4 Kampung di Sukaresik Tasik Kembali Terendam Banjir yang ke-5 di Tahun 2020

927
0

KABUPATEN TASIK – Hujan deras yang terjadi sejak Kamis (18/06) sore hingga malam, mengakibatkan Sungai Citanduy dan Cikidang kembali meluap. Peristiwa ini untuk yang ke-5 kali dalam tahun 2020.

Akibatnya, empat kampung yakni Bojongsoban, Hegarsari, Mekarsari dan Cicalung di Desa Tanjungsari Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, terendam banjir.

Guyuran hujan baru reda Jumat (19/06) dini hari pukul 03.00 WIB dan tidak ada korban jiwa.

Pantauan di lokasi banjir, tidak bisa dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat, karena ketinggian air terus meninggi mencapai 60 cm sampai 1,5 meter.

Namun, anak-anak di masa pandemi Covid-19 masih memanfaatkan air banjir itu untuk bermain air.

Salah seorang warga di lokasi banjir, Salim (62) mengatakan, banjir disebabkan akibat luapan Sungai Citanduy dan Cikidang meluap hingga mengenangi ratusan rumah sejak Jumat dini hari dan terus meninggi hingga sampai saat ini kondisi air belum surut.

“Banjir tadi malam merupakan yang kelima kalinya terjadi di tahun ini dan sekarang lebih besar dibandingkan pada Rabu (10/06) lalu,” ujarnya kepada wartawan.

“Namun, bagi warga sendiri sebagian mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi tapi lainnya terpaksa harus ke rumah saudaranya meski barang dan kasur sudah terendam banjir dan tidak lagi selamat seperti kasur dan bantal,” sambungnya.

Salah seorang warga lainnya, Ajay Hajar (54) menuturkan, banjir terjadi sejak pukul 03.30 WIB dini hari dan kondisi sekarang rumahnya setinggi 55 cm namun sebelumnya yang terjadi hanya mencapai 15 cm.

Banjir sekarang paling parah. Hingga siang, air terus meninggi.

“Saya tidak bisa menyelamatkan barang yang ada di rumah. Persawahan termasuk tanaman palawija mengalami kerusakan. Kolam yang baru ditanam ikan mujaer dan gurame tergenang,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tanjungsari, Amas mengatakan, banjir yang terjadi sekarang ini lebih besar dibandingkan sebelumnya.

500 rumah terendam, termasuknya areal lahan persawahan seluas 70 hektare yang selama ini ditanam rusak berat padahal baru ditanami.

“Warga agar tetap waspada, terutamanya bagi kepala keluarga yang memiliki anak agar tetap dijaga dengan baik. Karena, genangan air sekarang lebih tinggi dibandingkan banjir sebelumnya,” jelasnya.

(rezza rizaldi)

Baca juga : Jalan Sodonghilir-Pamijahan Tasik Retak-retak, Warga Resah
Baca juga : Longsor di Gunungtanjung Tasik Timpa 2 Rumah, Nenek Tewas
Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.