4 Pemuda Karangnunggal Tasik Bobol Toko Milik Majikan di Cilembang, Hasilnya 277 Juta Dipake Ini..

594
0
BARANG BUKTI. Kapolsek Cihideung Kompol Setiyana dan Kanit Reskrim Polsek Cihideung Ipda Rohana menunjukkan uang barang bukti di Polsek Cihideung Senin (20/4). Uang tersebut merupakan barang bukti dari kasus pembobolan toko plastik di Jalan Pasar Kidul. RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA

CIHIDEUNG – Empat pria asal Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya harus mendekam di balik jeruji besi Polsek Cihideung. Mereka diduga terlibat dalam pencurian sebuah toko di Jalan Pasar Kidul Kelurahan Cilembang Kecamatan Cihideung.

Kapolsek Cihideung Kompol Setiyana mengatakan kasus pencurian itu terjadi pada Agustus 2019. Saat itu sebuah toko plastik dimasuki pencuri. Hasil penyelidikan, tersangka masuk ke dalam toko dengan cara memanjat ke atap. “Dia naik ke atap toko dengan memanjat rumah di sampingnya,” ungkap Setiyana kepada Radar, Senin (20/4).

Baca juga : 40 Ribu Warga Kabupaten Tasik Terancam Menjadi Masyarakat Miskin Baru

Dari laporan korban kepada polisi, tersangka menggondol uang Rp 277.022.000 yang tersimpan di meja toko. Polisi pun melakukan penyelidikan dan mendapat beberapa petunjuk. “Kami menemukan petunjuk yang mengarah seseorang,” tuturnya.

Petunjuk tersebut mengarah kepada pria berinisial Ri (27). Dia mantan pegawai toko tersebut. Setelah pencarian yang memakan waktu cukup lama polisi pun mengendus keberadaan R. “Akhir pekan kemarin, kita dapat info dia berada di Cipatujah,” katanya.

Anggota Unit Reskrim Polsek Cihideung pun berhasil mengamankan R saat nongkrong bersama teman-temannya di wilayah Cipatujah. Namun, R sudah tidak memegang uang curiannya lagi. “Dari tersangka kami amankan sepeda motor yang dibeli dengan uang hasil dia mencuri,” terangnya.

Selain dibelikan sepeda motor, kepada polisi R mengaku uang hasil curiannya digunakan untuk foya-foya. Dia jalan-jalan ke beberapa tempat hiburan di luar Kota Tasikmalaya. “Dia gunakan uang itu untuk foya-foya ke Karawang dan beberapa daerah lainnya,” tuturnya.

Hasil pendalaman polisi, R juga membagi uang curiannya kepada tiga temannya; DAB (28), Hen (29) dan DY (27). Akhirnya ketiga pemuda itu pun diamankan di rumah mereka dan mengamankan uang Rp 29.200.000. “Teman mereka masih ada yang memegang uang tersebut,” ujar Setiyana.

Saat ditanyai, R mengaku sudah bertahun-tahun menganggur setelah berhenti bekerja di toko plastik itu. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dia menjadi buruh serabutan. “Enggak kerja, paling kalau ada yang nyuruh saja,” tuturnya.

Desakan ekonomi membuat R yang sudah berkeluarga gelap mata dan akhirnya nekat mencuri. Toko plastik tempatnya bekerja menjadi target karena dia sudah mengetahui tempat pemilik menyimpan uang. “Hasilnya saya pakai kebutuhan sehari-hari, sisanya buat main,” dalihnya.

Baca juga : 2,5 M untuk Pengadaan Alat Studio di Bagian Umum Pemkab Tasik Dinilak tak Rasional

Sebelumnya, R juga pernah melakukan pencurian di toko plastik itu. Akan tetapi korban tidak membuat laporan polisi karena kerugian yang terbilang kecil. “Curi barang. Itu juga waktu masih kerja,” katanya.

Sementara itu salah satu teman R, DY mengaku tidak ikut mencuri. Namun dia mendapat bagian sebesar Rp 3.000.000 karena hubungan pertemanan mereka yang sudah akrab. “Saya pakai buat kebutuhan sehar-hari,” akunya. (rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.