4 Pencuri 48 Motor Milik Para Petani di Ciamis Diringkus Polisi, 1 Pelaku Tukang Cimol

71
0
Loading...

CIAMIS – Jajaran Satuan Reserse Kriminal Polres Ciamis, berhasil menangkap 4 kawanan pencuri motor.

Hebatnya, kawanan ini berhasil menggasak 48 sepeda motor di 69 Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Kecamatan Ciamis dan Pangandaran.

Para pelaku adalah warga Ciamis, K (41) dan Y (41) warga Kecamatan Cimaragas, DS (29) warga Kecamatan Pamarican dan DI (33) warga Langkaplancar.

Sedangkan penadah barang curian, berinisial D masih diburu polsisi dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) .

Para pelaku beraksi sejak 26 November tahun 2020.

Loading...

Kapolres Ciamis, AKBP Dony Eka Putra SIK MH didampingi Kasat Reskrim AKP Rizaldi Satriya Wibowo SIK menyampaikan, bahwa pengungkapan kasus ini hasil dari penyelidikan dan informasi dari masyarakat yang sering kehilangan sepeda motor.

“Korbannya kebanyakan para petani, yang motornya hilang saat dipergunakan ke sawah. Baik di parkir di pinggir sawah, atau dekat kebun,” ujar Kapolres saat konferensi pers di Mapolres Ciamis.

Kata dia, ada 69 TKP pencurian. Dari hasil penyelidikan sejak tanggal 26 November 2020, hingga pihaknya berhasil mengungkap pera pelaku yang ditangkap di rumah masing-masing.

” Para pelaku warga Kecamatan Cimaragas, Pamarican Kabupaten Ciamis dan Kecamatan Langkap Lancar Kabupaten Pangandaran,” ujarnya.

“Sedangkan satu dari lima orang pelaku tersebut merupakan penadah hasil pencurian inisial DI (33) dan satu lagi DPO, inisial D,” tambahnya.

Barang buktinya, ungkap Kapolres, ada48 sepeda motor berbagai jenis merek.

Dimana nomor mesin sudah dalam keadaan rusak, menggunakan gurindra.

“Kita amankan juga empat kunci palsu , obeng dan besi,” terang Kapolres .

Kapolres meminta kepada warga yang merasa kehilangan untuk segera datang ke Mapolres Ciamis.

“Tentunya dengan membawa bukti bukti kendaraan seperti STNK dan BPKB. Tanpa dipungut biaya,” ucapnya.

Ditemui terpisah, Karsono (41) salah seorang pelaku mengaku, dirinya bergabung jadi komplotan pencuri dengan pimpinannya, inisial D yang sekarang DPO.

“Semula saya jualan Cimol. Setelah ada Corona, jualan cimol jadi sepi dan drastis tak ada pembeli,” kilahnya.

Biasanya, kata Karsono, dirinya mendapatkan uang dari jualan Cimol per hari itu Rp150 ribu.

“Sebenarnya keuntungannya lumayan pa. Namun sejak corona sekolah sekolah pada ditutup, jadi sepi jualan,” ungkapnya.

Lama tak berpenghasilan, lanjut dia, dirinya kedatangan D yang mengajak untuk jadi pencuri.

“Ya sejak ada Corona, saya terpaksa mencuri motor. Lumayan hasilnya bisa nutup utang kosipa juga. Karena dari satu penjualan motor Rp2 juta dibagi rata, saya kebagian Rp400 ribuan,” terangnya .

(iman s rahman)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.