40 Panwascam Kabupaten Tasik Reaktif Covid-19

87
0
radartasikmalaya.com
ilustrasi covid-19/ radartasikmalaya.com

Sebanyak 40 orang pengawas pemilihan di tingkat kecamatan, kelurahan/desa dan Tempat Pe­mungutan Suara (TPS) dinyatakan reaktif Covid-19 yang tersebar di 15 kecamatan. Hal itu terungkap setelah Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya menggelar rapid test massal di 39 kecamatan pada Kamis (26/11).

Koordinator Divisi (Koordiv) Divisi SDM dan Organisasi Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, R Setia Surya mengatakan sebelum hari pelaksanaan tahapan pemungutan dan penghitungan suara pada 9 Desember 2020, seluruh pengawas pemilu mengikuti rapid test.

Hal itu sesuai Perppu Nomor 2 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan serta Perbawaslu yang isinya pengawas pemilu harus menjalani rapid test serentak di 39 kecamatan yang dilaksanakan Kamis (26/11) sebelum pemungutan suara 9 Desember dilaksanakan.

“Hasil rapid test yang dilaksanakan ada 40 orang pengawas atau badan ad hoc di tingkat kecamatan, desa dan TPS yang dinyatakan reaktif rapid test Covid-19,” ujarnya kepada Radar di Hotel Grand Metro, Jumat (27/11).

Dia menambahkan bagi pengawas pemilu yang reaktif rapid test akan langsung menjalani swab dengan difasilitasi oleh Tim Satgas Covid-19 di masing-masing kecamatan.

“Jika hasil swab positif Covid-19, maka akan dilakukan mekanisme sesuai protokol kesehatan yakni isolasi mandiri. Sementara tugasnya dijalankan atau diambil alih rekannya sesama Panwascam atau Bawaslu,” kata dia.

Baca juga : TB Care Muhammadiyah Bentuk Masyarakat Peduli TB di Tamansari Kota Tasik

Ketua Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Dodi Juanda menambahkan jika yang positif pengawas kelurahan atau desa maka tugasnya diambil Panwascam. “Sementara jika ditemukan Pengawas TPS yang positif maka akan dilakukan Pergantian Antar Waktu (PAW). Petugas TPS cadangan akan langsung dilantik oleh Panwascam,” ujarnya.

Dia menambahkan proses rapid test wajib dilakukan penyelenggara pemilu untuk antisipasi penyebaran Covid-19 agar pelaksanaan pemungutan suara 9 Desember dipastikan menerapkan protokol kesehatan.

Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Asep Sopari AL Ayubi mengatakan persoalan penyelenggaraan Covid-19 dan pelaksanaan Pilkada 2020 sangat dilematis. Di mana pemerintah harus melaksanakan pilkada berdasarkan undang-undang, tapi di tengah pandemi yang terus meluas.

“Saya prihatin, apalagi sekarang sudah muncul penyelenggara pemilu yang reaktif Covid-19 berdasarkan hasil rapid test. Artinya ini merupakan kewaspadaan bagi semuanya, terkhusus penyelenggara,” ujarnya kepada Radar.

Intinya, kata dia, jelang pemungutan suara ini harus mengutamakan protokol kesehatan dan dilaksanakan dengan disiplin. “Intinya protokol kesehetan harus benar-benar ditingkatkan dan jangan berpikir yang lain, karena menyelematkan masyarakat jauh lebih penting,” katanya.

Kemudian, Asep pun meminta penyelenggara pemilu bisa benar-benar disiplin dan menjaga kesehatannya, sehingga bisa terhindar dari penularan Covid-19.

“Bila perlu, saya sangat menyarankan seluruh penyelanggara dilakuakn swab untuk memastikan tidak terpapar Covid-19,” ujarnya.

Terpisah, Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Fraksi PKB, Asep Muslim meminta penyelenggara pemilu menjadi penegak protokol kesehatan karena bersentuhan langsung dengan pemilih.

“Kalau penyelenggara pemilu tidak memperketat disiplin dirinya dalam menjalankan protokol kesehatan akan berbahaya bagi banyak orang. Mereka harus benar-benar clear atau sehat jelang pemungutan suara,” ujarnya.

“KPU dan Bawaslu harus intens mengetatakan lagi pengawasan anggotanya. Termasuk harus dilakukan swab massal jelang beberapa hari pemungutan suara, sehingga pemilih benar-benar merasa aman,” katanya, menambahkan. (yfi/dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.