Beranda Tasikmalaya 400 Balita Gizi Buruk Kronis

400 Balita Gizi Buruk Kronis

120
BERBAGI

SINGAPARNA – Sebanyak 400 balita di Kabupaten Tasikmalaya mengalami gizi buruk kronis. Hal itu diungkapkan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya Yusef Yustisiawandana kepada Radar, Minggu (8/4).
Yusef menjelaskan kabupaten menduduki peringkat 100 di Indonesia terkait kasus gizi buruk kronis. Serta berada di peringkat lima dari 27 kota kabupaten di Jawa Barat dengan jumlah kasus mencapai 400 balita yang positif mengalami gizi buruk kronis atau stunting. “Peringkat tersebut berdasarkan hasil pendataan sejak tahun 2013 lalu,” bebernya. Kasus gizi buruk kronis tersebar di enam kecamatan dan 10 desa.
Yusef menjelaskan awal mula munculnya gizi buruk kronis dari perempuan usia remaja yang kurang asupan gizi. Kemudian remaja tersebut melahirkan dan otomatis anaknya mengalami stunting. Maka dari itu, untuk memutuskan mata rantai stunting Pemkab Tasikmalaya akan melakukan pemberian suplemen kepada remaja-remaja yang berpotensi mengalami gizi buruk.
Termasuk memberikan asupan makanan tambahan dan suplemen pada pertumbuhan bayi sampai usia 1.000 hari. “Sehingga bila ada bayi yang lahir dibawah 47 sentimeter harus diberikan makanan tambahan sebelum umur dua tahun,” ujarnya. Tingginya angka gizi buruk juga dipengaruhi masih minimnya pengetahuan masyarakat terhadap pertumbuhan anak. Oleh karena itu pola hidup dan makanan masyarakat terjamin baik. Jelas Yusef, stunting akan berdampak pada perkembangan otak anak yang pertumbuhannya menjadi lambat.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tasikmalaya Ami Fahmi mengatakan pemerintah harus bisa lebih fokus dalam penanganan stunting. Sehingga jumlah penderita gizi buruk kronis ini setiap tahunnya bisa ditekan. “Penanganan ini harus ada kerja sama semua pihak, karena ini merupakan permasalahan yang kompleks. Yang salah satu faktornya bisa berasal dari kemiskinan,” bebernya. (ujg)

Facebook Comments

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.