400 Km Jalan Rusak di Kabupaten Tasik, Butuh Rp1,2 Triliun

112
0
RUSAK. Jalan Mangunreja-Sukaraja di Kecamatan Tanjungjaya kondisinya rusak dan belum ada perbaikan sejak belasan tahun. Rencananya, Pemkab Tasik akan mulai mengaspalnya tahun ini. RADIKA ROBI RAMDANI / RADAR TASIKMALAYA

MANGUNREJA – Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Perumahan dan Permukiman (PUTRPP) Kabupaten Tasikmalaya mencatat panjang jalan yang masih rusak mencapai 400 kilometer dan membutuhkan anggaran Rp 1,2 triliun untuk menyelesaikan semuanya.

Kabid Jalan dan Jembatan Pada Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Perumahan dan Permukiman (PUTRPP) Kabupaten Tasikmalaya Atep Dadi Sumardi mengatakan, sesuai dengan keputusan bupati tahun 2012 itu seluruh panjang jalan yang ada di Kabupaten Tasikmalaya mencapai 1.303,323 kilometer.

Baca juga : Pemkot Tasik Permudah Syarat KBM Tatap Muka

Sedangkan untuk pemantapan jalan hingga bulan Desember 2019 sekitar 70,5 persen. “Jadi kurang lebih pekerjaan rumah kita itu sekitar 30 persen lagi dalam kondisi rusak,” ujarnya kepada Radar, Selasa (18/8).

Kata dia, terdapat dua kategori pada jalan itu. Yakni jalan dalam kondisi rusak dan jalan yang belum dibangun sama sekali yakni status jalannya kabupaten, namun belum sama sekali dilakukan pembangunan jalan ataupun intervensi kegiatan untuk pembangunan jalan di wilayah tersebut.

Memang, kata dia, terdapat beberapa prioritas yang sesuai dengan RPJMD yang baru, karena indikator yang utama kinerja sesuai dengan RPJMD itu salah satunya adalah jalan dalam kondisi mantap. Setiap tahun selalu ditargetkan ada peningkatan jalan.

“Pekerjaan rumah kita saat ini sekitar 30 persen tadi, yang berarti kurang lebih ada hampir 360-400 KM jalan yang masih rusak ataupun dalam kondisi jalan yang belum dilakukan pembangunan,” kata dia.

Atep menjelaskan, secara otomatis itu merupakan pekerjaan rumah yang luar biasa. Jika misalkan dirata-ratakan dengan anggaran, misalkan Rp 3 miliar per 1 kilometer maka itu kita butuh hampir Rp 1,2 triliun.

“Untuk penuntasan jalan di Kabupaten Tasikmalaya ini cukup berat,” katanya.

Jelas dia, berbicara program untuk itu ada beberapa kegiatan di antaranya rekonstruksi jalan, ada pembangunan jalan, juga ada pemeliharaan jalan. Baik pemeliharaan rutin maupun pemeliharaan berkala.

“Memang intervensi kegiatan itu mana yang bisa untuk pembangunan jalan, yang sama sekali belum dilakukan pembangunan sama sekali dan mana yang memang dilakukan pemeliharaan rutin serta berkala harus secara berkesinambungan,” ujarnya.

Menurut Atep, orientasinya tidak hanya kepada rekonstruksi jalan saja, tetapi di dalamnya ada juga pemeliharaan rutin.

Sehingga untuk kemantapan jalan yang 70,5 persen itu bisa dipertahankan sampai beberapa tahun ke depan. “Jangan sampai ketika perbaiki yang satu, yang lain rusak,” katanya.

Baca juga : Pilbup Tasik 2020, Azies Rismaya Didampingi Haris Sanjaya

Kata dia, untuk pembangunan jalan di tahun ini ada beberapa paket pekerjaan yang memang bisa dilaksanakan.

Kurang lebih ada 9 paket pekerjaan dari bantuan provinsi, sementara dari Dana Alokasi Khusus (DAU) juga sudah mengusulkan di anggaran perubahan karena sifatnya urgen. (obi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.