41 Ribu Jemaah Laksanakan Salat Arbain

32
0
Loading...

MADINAH – Sebanyak 41.087 jemaah haji Indonesia telah melaksanakan salat 40 waktu (Arbain) di Madinah, Arab Saudi, Sabtu (13/7). Mereka berasal dari 101 kloter dari seluruh embarkasi di Indonesia. Embarkasi tersebut, antara lain Jakarta, Surabaya, Ujung Pandang, Solo, Batam, Palembang, Padang, Medan dan lainnya.

Keesokan harinya (hari ini), para jemaah langsung diberangkatkan ke Makkah akan melaksanakan umrah. Untuk diketahui, seluruh jemaah melaksanakan umrah terlebih dahulu baru kemudian berhaji atau disebut tamattu’.

Bagi jemaah yang masuk dalam gelombang pertama akan memulai niat ihram di Bir Ali, sedangkan bagi jemaah gelombang kedua mengucapkan niat ihram di Bandara King Abdul Aziz Jeddah.

Berdasarkan data Siskohat Kementerian Agama, hingga Sabtu (13/7), tercatat sebanyak empat jemaah wafat. Kepala Seksi Data dan Informasi Daerah Kerja Bandara, Ambari Julianto mengatakan, keempatnya antara lain Sumiyatun bin Sawi, Khairil Abbas bin Salim, Mudjahid Damanhuri Mangun dan Artapiah Armin Musahab. “Benar ada empat yang wafat,” kata dia, Sabtu (13/7).

Di sisi lain, sebanyak 505 petugas mulai menyosialisasikan persiapan ke Makkah kepada para jemaah. “Sebelum berangkat menuju Makkah, jemaah bersiap mandi sunah di pemondokan. Setelah itu, mereka mengenakan kain ihram. Jadi berangkat ke Makkah para jemaah sudah memakai pakaian ihram,” kata Kepala Seksi (Kasie) Bimbingan Ibadah Daerah Kerja Madinah, Ansor.

Setelah siap semuanya, jemaah berangkat menggunakan bus menuju Bir Ali. Di tempat ini jemaah berniat melaksanakan umrah dan salat sunah ihram.

Setelah niat ihram jemaah wajib menghindari hal-hal yang dilarang. Misalnya, mencukur rambut, menggunting kuku, menutup kepala, memakai pakaian berjahit, wangi-wangian, dan lainnya.

Loading...

“Karena niat di mikat (tempat memulai niat ihram) ini termasuk rukun. Dipastikan seluruh jemaah jangan sampai terlewat. Ketua rombongan dan ketua regu bertanggung jawab memastikannya,” kata Ansor.

Ansor mengatakan, karena proses pemindahan jemaah haji dari Madinah ke Makkah sangat cepat, maka ketua rombongan dan ketua regu harus berfungsi maksimal. Mereka diminta memastikan seluruh anggotanya benar-benar melaksanakan rukun haji dan umrah.

“Bagi jemaah yang awam, ikut saja dengan ketua rombongan atau ketua regu, sehingga tidak ada rukun haji dan umrah yang terlewat,” katanya.(fin/tgr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.