42 Nakes Positif Covid-19, RSUD Ciamis Ditutup

171
0
DITUTUP. Seluruh layanan RSUD Ciamis ditutup sementara dari 5-7 Desember 2020. Hal itu dilakukan karena 42 tenaga kesehatan positif, Minggu (6/12). IMAN S RAHMAN / RADAR TASIKMALAYA
Loading...

CIAMIS – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Ciamis menutup layanan selama tiga hari dari 5-7 Desember 2020.

Pasalnya sudah ada 42 tenaga kesehatan (nakes) terpapar Covid-19. Hal ini dilakukan untuk antisipasi terjadinya penularan virus corona yang semakin luas.

Direktur RSUD Ciamis dr Rizali Sofiyan mengatakan, 42 orang nakes yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebar di beberapa ruang pelayanan, di antaranya IGD, instalasi rawat inap, instalasi rawan jalan, instalasi rekam medis dan instalasi radiologi.

Sehingga langkah yang dilakukan melakukan tracking kepada yang kontak serta tes PCR kepada nakes seluruh ruangan dari 30 November-4 Desember 2020.

“Kami dapat hasilnya yang terakhir capai 42 orang, di mana semuanya diketahui OTG,” ujarnya saat dihubungi Radar, Minggu (6/12) siang.

Loading...

Baca juga : Jalan di Pamarican Ciamis Amblas, PUPR Segera Lakukan Ini..

Dia menambahkan, 1 Desember 2020 RSUD Ciamis melakukan dekontaminasi dan sterilisasi ruangan IGD dan perawatan nifas. Kemudian 3 Desember sterilisasi di ruang perinatologi dan ruang NICU.

“Nakes RSUD Ciamis yang terkontaminasi positif ada yang menjalani isolasi mandiri di rawat dan diisolasi di Ruang Wijaya Kusuma di lantai 3 dan lantai 2. Bahkan Sabtu 5 Desember, rumah sakit kembali melakukan swab test terhadap 60 Nakes dari ruang instalasi radiologi, rekam medis, karyawan dari bagian keuangan dan Unit Layanan Pengadaan (ULP),” ujarnya.

Dalam mengantisipasi penularan semakin luas, pihak rumah sakit melakukan penutupan pelayanan sementara dan akan kembali dibuka pada Selasa 8 Desember 2020.

“Keputusan penutupan layanan ini setelah koordinasi dengan Pemkab Ciamis, karena banyak nakes positif membuat RSUD Ciamis kekurangan tenaga,” katanya.

“Kami meminta maaf kepada masyarakat dan mohon bersabar atas tutupnya layanan RSUD Ciamis.  Bahkan, selain menutup layanan, RSUD Ciamis pun meminta kepada keluarga pasien untuk tidak melakukan kunjungan sementara. Bila dibuka kembali masyarakat yang ke rumah sakit harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat, makai masker, jaga jarak dan mencuci tangan,” katanya.

Kata dia, awalnya para nakes yang tertular karena ada salah satu  keluarganya menengok yang sakit di kabupaten tetangga, akhirnya merembet ke seluruh pegawai RSUD Ciamis.

“Ada juga yang nularnya dari salah satu pertemuan dan organisasi profesi banyak yang kena serta ada juga yang belum terdeteksi,” ujarnya.

Kata dia, upayanya terus melakukan tracing kepada tenaga kesehatan yang melakukan kontak erat dengan pasien positif. Hal itu untuk mencegah penularan terhadap tenaga kesehan lainnya. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.