43 Persen Balita Kabupaten Garut Alami Stunting

259
0

TAROGONG KIDUL – Sebanyak 43,2 persen balita di Kabupaten Garut mengalami stunting atau tubuh anak lebih kecil dari disbanding tinggi badan seusianya. Melihat jumlah tersebut, Garut tercatat sebagai wilayah terbesar di Jawa Barat terkait stunting.

Dari data yang dihimpun, angka stunting di Kabupaten Garut pada 2016 sekitar 24,9 persen. Peningkatan terjadi pada 2017 menjadi 43,2 persen. “Melihat persentase ini, Garut terbesar balita yang terkena stunting. Persentase Jawa Barat saja hanya sebesar 29,2 persen,” ujar Bupati Garut H Rudy Gunawan kepada wartawan Jumat (22/2).

Menurut dia, tingginya kasus stunting karena bayi tak mendapat asupan gizi yang cukup. Salah satunya karena tak mendapat ASI (air susu ibu) saat usia 0 sampai 6 bulan.

Maka dari itu, untuk menangani masalah tersebut pihaknya sudah menyiapkan anggaran untuk melakukan penanganan, salah satunya memperhatikan gizi para balita. “Stunting akan jadi gerakan di Garut ini. Soalnya jumlahnya masih tinggi,” katanya.

Dia menerangkan tahun ini Pemkab Garut sudah menerima dana bantuan penanganan stunting dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar 100 juta. Selain itu, pihaknya juga menerima bantuan anggaran dari pemerintah pusat dari dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 5 miliar.

Anggaran itu, kata dia, akan dipakai untuk membeli alat pengukur tinggi badan ke Posyandu. “Kalau bantuan dari provinsi kami akan gunakan untuk perbaikan gizi, kalau dari pusat untuk alatnya,” terangnya.

Rudy menerangkan selain menggunakan anggaran bantuan dari pemerintah provinsi dan pusat, Pemkab Garut juga telah menganggarkan Rp 400 juta dalam penangan masalah stunting. “Anggaran dari APBD ini untuk menambah dari bantuan provinsi karena jumlahnya tidak cukup. Soalnya jumlah stunting di Garut ini paling tinggi,” terangnya.

Ia menyebutkan seharusnya anggaran untuk menyelesaikan stunting di Garut sekitar Rp 2 miliar sampai Rp 3 miliar. Karena selain perbaikan gizi juga adanya perbaiki rumah dan lingkungannya supaya lebih sehat. “Tahun ini kami ada perbaikan rumah penderita stunting, totalnya saya kurang tahu. Ini kami lakukan supaya lebih sehat saja,” paparnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.