43,2 Persen Balita Di Garut Alami Stunting

4
SEMINAR. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Dodo Suhendar menjadi pembicara dalam seminar yang membahas masalah stunting Kamis (11/10). (Yana Taryana / radartasikmalaya.com)

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

GARUT KOTA – Jumlah anak yang mengalami stunting (kondisi dimana anak mengalami gangguan pertumbuhan) di Kabupaten Garut tercatat paling tinggi dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Hal itu terungkap dalam seminar yang membahas tentang stunting di Pendopo Garut Kamis (11/10).

“Memang Garut ini paling tinggi (jumlah stunting). Dari data hasil survei Kemenkes, 43,2 persen balita di Garut alami stunting,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Dodo Suhendar usai menjadi pembicara dalam seminar yang digelar Tim Penggerak PKK Kabupaten Garut ini.

Karena itu, pihaknya akan menyusun program khusus untuk menangani masalah stunting ini. “Kita sudah bicara dengan wakil bupati Garut. Nanti kita susun program khusus untuk masalah ini,” jelasnya.

Masalah stunting, kata dia, memang sulit penanganannya. Karena balita yang telah mengalami stunting tidak bisa disembuhkan dan dampaknya pertumbuhannya terganggu. Makanya, lanjut dia, upaya yang akan dilakukan pemerintah bentuknya pencegahan.

“Pak Ridwan Kamil (Gubernur Jawa Barat) telah mencanangkan lima tahun ke depan Jabar Zero Stunting,” jelasnya.

Dodo mengatakan masalah stunting akarnya bukan hanya soal kesehatan. Tapi juga ada masalah ekonomi yang membuat masyarakat sulit memenuhi kecukupan gizi.

Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman berharap tingginya angka stunting di Garut bisa membuat semua pihak membuka mata dan menyadari arti pentingnya kecukupan gizi sejak seorang perempuan menikah, mengandung, melahirkan hingga menyusui.

“Jadi bukan faktor keturunan juga. Hanya kalau ibunya sejak hamil kurang mengonsumsi makanan bergizi, maka bayi dalam kandungannya juga kurang gizi,” jelasnya.

Helmi melihat penanganan masalah stunting bisa dilakukan dengan penguatan peran ibu dalam keluarga. Karena dengan ibu yang sehat, anak yang dilahirkan pun akan sehat. (yna)

loading...