45 Menit Ketahuan Positif atau Negatif Covid-19 di RS SMC Kabupaten Tasik

2949
3

SINGAPARNA – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Singaparna Medika Citrautama (SMC) Kabupaten Tasikmalaya memiliki alat cukup canggih untuk menentukan bahwa seseorang positif atau negatif Covid-19, dalam waktu 45 menit.

Alat dan fasilitas tersebut adalah labolatorium Test Cepat Molekuler (TCM) didukung berbagai peralatan medis canggih, obat-obatan lengkap dan dokter spesialis.

Baca juga : Jamkrindo Cabang Tasikmalaya Berikan Bantuan Sosial bagi Masyarakat yang Terdampak Covid-19

Direktur Utama (Dirut) RSUD SMC Kabupaten Tasikmalaya, dr Iman Firmansyah mengatakan, dengan peralatan laboratorium TCM ini, menjadikan SMC rumah sakit ke-29 di Indonesia yang memilikinya.

“Kemudian, satu-satunya RS di wilayah priangan timur serta salah satu RS dari tiga RS di Jawa Barat, setelah Cianjur dan Karawang yang mampu memperpendek waktu tunggu pemeriksaan spesimen,” ungkap Iman, kepada wartawan, Jumat (22/5).

Melalui laboratorium TCM, lanjut dia, RS SMC kini mampu mendiagnosa penyebaran virus corona hanya dalam waktu singkat, yakni 45 menit.

“RS SMC ini mendapat kepercayaan dan bantuan Kemenkes, sehingga ke depan, SMC ini menjadi rujukan untuk pemeriksaan swab dengan RT-PCR (polymerase chain reaction ) di wilayah Priangan Timur,” tambah dia.

Iman menambahkan TCM in bisa mendiagosa empat sampel sekaligus dan hasilnya akan keluar dalam waktu 45 saja.

Sehingga dalam satu hari selama rentang waktu jam kerja, pihaknya bisa memeriksa 20 orang (sampel).

Dia mengungkapkan uji tes swab ini harus dilakukan di Bandung dengan memakan waktu tujuh hingga 14 hari. Kini dengan laboratorium TCM hanya 45 menit.

“Sekarang, dengan mesin TCM ini hasilnya langsung terbaca hanya 45 menit dengan akurasi tinggi. Jadi lebih cepat dalam mendiagosa Covid-19,” jelas dia.

Labolatorium TCM ini, ungkap dia, akan dijaga dua pegawai yang sudah terlatih dengan ilmu yang mumpuni.

Baca juga : Tebing Jalan Raya Sodonghilir Tasik Longsor, Warga Minta Dibangun TPT

“Alhamdulillah penggunaan TCM ini, sudah dilakukan untuk menguji sample pasien Covid-19 atas nama Iman (44) warga Sariwangi yang pada dua hari lalu sudah dinyatakan sembuh,” ujar dia.

Bupati Tasikmalaya H Ade Sugianto SIP menambahkan Pemkab Tasikmalaya akan semakin mudah dalam melakukan pengendalian, penanganan dan pengobatan pasien Covid-19 dengan laboratorium TCM ini.

(diki setiawan)

Loading...
loading...

3 KOMENTAR

  1. Saya salah satu keluarga korban meninggal dan positif covid 19. Ortu saya meninggal dan yang satu dirawat isolasi di RS.
    Hasil test swab kami harus dibawa kebl bandung dan memakan waktu 14 hari kerja, sementara kami tahu kalau di SMC singaparna Sudah ada alat diagnosa TCM yang hasilnya hanya 45 menit bisa terlihat positif/negatif. Sangat disayangkan alasan Dinkes Tasikmalaya, hasil test swab keluarga kami harus dibawa ke Bandung dan menunggu waktu yang begitu lama hanya karena tidak ada MOU antara Pemkot dengan Pemkab yaitu Dinkes dan RS SMC singaparna.
    Dengan menunggu hasil test swab yang begitu lama, hasil Swab alm. bapak kami keluar setelah 14 hari meninggal, terlalu lama hasilnya keluar dan ibu kami pun di diagnosa positif covid 19 setelah melakukan Swab susulan dengan hasil yang sama yaitu 14 hari.

    Birokrasi apa sih yang begitu sulit !!!!!!! sehingga test swab keluarga kami tidak bisa di bawa ke SMC singaparna yang katanya hasilnya lebih cepat dan alatnya canggih, sementara kami warga kota Tasikmalaya.
    Ini bicara kemanusiaan/ bencana nasional yang kalah dengan birokrasi kompleks.

    Semoga ada yang bisa menjelaskan disini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.