450 Ribu KK di Garut Terdampak Covid-19 Mulai Kesulitan Ekonom

154
0

TAROGONG KIDUL – Pemerintah Kabupaten Garut tengah melakukan upaya dalam menanggulangi masyarakat yang ekonominya terkena dampak akibat mewabahnya virus corona atau Covid-19.

Berdasarkan data yang dimiliki, saat ini ada 450 ribu kepala keluarga (KK) yang terkena dampak pandemi Covid-19 ini. Ratusan ribu KK itu mengalami kesulitan dari sisi ekonomi.

“Pemkab Garut sekarang sedang berupaya memberikan bantuan terhadap masyarakat yang terdampak ini untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman kepada wartawan, Senin (13/4).

Baca juga : Dishub Garut Gratiskan Retribusi Angkot dan Denda Uji Kir

Helmi menerangkan ratusan ribu masyarakat yang terdampak ini berasal dari berbagai profesi. Seperti pekerja harian, pedagang, pelayan toko, sampai pelaku wisata yang sekarang sudah dirumahkan. “Sekarang kami masih terus mendatanya sambil menyiapkan bantuan untuk masyarakat terdampak,” ucapnya.

Menurut dia, pemerintah pusat dan provinsi memang sudah menganggarkan bantuan bagi warga Garut yang terdampak. Tetapi jumlah bantuan tersebut diperuntukkan untuk 285 ribu KK. Sementara di Garut lebih dari itu, sehingga sisanya akan ditanggung dari Pemkab Garut.

“Sekarang masih kita bahas untuk sisanya ini bersama pihak desa,” terangnya.

Mengenai bantuan ini, kata dia, saat ini belum ada yang cair, baik itu dari pusat, provinsi maupun kabupaten. Sekarang ini masih dalam tahap proses pendataan. ”Semuanya memang belum cair, saya mohon sabar karena butuh proses,” katanya.

Terpisah, Bupati Garut H Rudy Gunawan mengatakan dalam penanganan Covid-19 ini, pihaknya saat ini menambahkan anggaran biaya tak terduga (BTT) dari awal Rp 25 miliar menjadi Rp 100 miliar.

“Kami tambah karena penanggulangan Covid-19 ini bukan hanya medisnya saja, tetapi dampak ekonominya akan diperhatikan,” ujarnya.

Baca juga : Garut Nambah 1 Positif Covid-19, Total jadi 5 Warga

Penambahan anggaran BTT ini, kata Rudy, dilakukan dari beberapa pos anggaran yang dianggap tingkat urgensinya tidak terlalu tinggi. Seperti anggaran makan dan minum (mamin), perjalanan dinas, dan beberapa pos anggaran yang tidak urgen. “Kita geser terlebih dahulu untuk penanganan Covid-19. Yang kita geser saat ini sekitar Rp 75 miliar,” ujarnya.

Dengan pergeseran anggaran ini, tambah dia, diharapkan penanganan Covid-19 di Kabupaten Garut ini bisa lebih maksimal dan dirasakan langsung oleh masyarakat. “Anggaran itu termasuk untuk masyarakat yang terdampak ekonomi, seperti pedagang, pekerja dan lainnya,” paparnya. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.