46 Personel Polri Hilang Akibat Gempa dan Tsunami

25

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

JAKARTA – Polri menyebut sebanyak 46 personelnya belum ditemukan pasca gempa bumi dan tsunami yang melanda Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Sigi, Sulawesi Tengah. Sebelumnya jumlah personel yang dikabarkan hilang mencapai 58 orang.

“Yang belum diketemukan sampai verifikasi ada 46 orang. Dari 46 orang ini masih diidentifikasi apakah yang bersangkutan masih di Palu atau luar Palu,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, Jumat (12/10).

Dedi menyebutkan sampai dengan 14 hari pasca bencana, pihaknya terus menelusuri dan mencari anggotanya yang dinyatakan hilang. Menurutnya, ada dua kemungkinan personel yang hilang.

“Apakah menjadi korban atau meninggalkan Kota Palu,” tutur Dedi.

Dedi mengatakan pihaknya coba menghubungi mereka melalui telepon genggam. Namun hingga kini tak kunjung ada jawaban. Begitu pula ketika sanak keluarga mencari keberadaan mereka, hasilnya nihil.

Namun, menurut Dedi, dalam melakukan pencarian, terdapat batas waktu sesuai dengan Peraturan Kapolri bagi anggotanya untuk dinyatakan hilang. Nantinya, kepada para prajurit tersebut akan diberikan kenaikkan pangkat.

“Nanti baru diterbitkan Perkap yang menyatakan hilang. Kalau hilang nanti diberikan anumerta,” ucap Dedi.

Sementara itu, terkait layanan pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Sulawesi Tengah sudah mulai beroperasi normal pasca gempa bumi dan tsunami.

Hal ini mengingat jika SKCK adalah salah satu syarat untuk pendaftaran CPNS 2018.

“Di sana untuk SKCK sudah bisa dilayani dari tingkat polres sampai Polda. Kebutuhan SKCK mutlak karena ada CPNS,” terang Dedi.

Selain itu, pelayanan untuk masyarakat membuat dan memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM) juga sudah berjalan dengan normal di Kabupaten Donggala, dan Sigi. Namun, Dedi menyebutkan layanan itu belum bisa terlaksana di Kota Palu.

“Perpanjangan SIM, khususnya di Polres Donggala dan Sigi, sudah bisa dilaksanakan, tapi Polres Palu belum,” paparnya.

Dedi menuturkan Polres Palu masih menunggu kiriman alat dari Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akibat gempa dan tsunami, infrastruktur Samsat di sana hancur total.

“Peralatan menunggu dari Korlantas. Pelayanan di Samsat hancur total, peralatan pelayanan terganggu. Untuk pelayanan belum maksimal,” pungkasnya.

(AF/FIN)

loading...