47 Warga Garut Meninggal Selama Pandemi Corona

111
0
radartasikmalaya.com
Ilustrasi

Gugus Tugas: Rata-Rata Pasien Memiliki Penyakit Penyerta
GARUT KOTA – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut mencatat, sebanyak 47 masyarakat Kabupaten Garut meninggal dunia selama pandemi Covid-19.

Dari total itu, sebanyak 37 orang berasal dari warga yang suspek Covid-19 dan 10 orang dari warga yang sudah positif Covid-19.

Baca juga : Petugas Kebersihan Garut Terima 500 Paket Sembako

“Rata-rata yang meninggal itu ada penyakit penyerta. Sehingga ketika ditangani, kondisi pasien drop dan meninggal dunia,” ujar Humas Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Garut Yeni Yunita kepada wartawan, Minggu (27/9).

Yeni menerangkan, berdasarkan data yang diterima sampai pukul 20.00, Sabtu (26/9), jumlah Covid-19 mencapai 7.666 kasus. Dari jumlah tersebut, 4.408 orang kontak erat, 3.036 kasus suspek dan 222 kasus positif. Dari jumlah kasus yang kontak erat, 585 kasus isolasi mandiri dan 3.823 kasus selesai pemantauan.

Sementara dari jumlah yang suspek, 46 kasus isolasi mandiri, 6 kasus isolasi serta perawatan di rumah sakit, 2.947 kasus selesai pemantauan dan 37 kasus meninggal.

Sedangkan jumlah kasus positif: 1 kasus isolasi mandiri, 75 kasus isolasi serta perawatan di rumah sakit, 136 kasus sembuh dan 10 kasus meninggal. “Untuk kasus positif ini, sampai Sabtu ada penambahan dua, orang yakni dua perempuan dari Kecamatan Tarogong Kidul dan Banyuresmi,” ujarnya.

Yeni menerangkan dari sisi jenis kelamin, kini jumlah positif Covid-19 di Kabupaten Garut menjadi lebih banyak kalangan perempuan dibandingkan laki-laki. Jumlah perempuan dikonfirmasi positif Covid-19 menjadi sebanyak 212 orang dan laki-laki sebanyak 110 orang.

“Saat ini warga yang tertular ini bukan hanya dari luar kota, tetapi sudah terjadi di Garut atau tranmisi lokal,” ujarnya.

Yeni mengimbau seluruh masyarakat menghindari stigma pada mereka yang terinfeksi Covid-19. Tapi harus memberikan dukungan dan doa terbaik agar kembali sehat walafiat.

Baca juga : LVRI & Pensiunan AURI Sepekati Tapal Batas Tanah di Caringin Garut

Sedangkan masyarakat lainnya diharapkan terus optimal berikhtiar agar tidak terinfeksi Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas sehari-hari.

“Keterlibatan dan dukungan masyarakat serta pihak lain dalam upaya memutuskan rantai penularan Covid-19 ini merupakan hal yang sangat penting. Jadi mari kita bersama-sama dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona,” paparnya. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.