49.235 Pelaku UKM di Kota Banjar Ajukan Bantuan Rp2,4 Juta

303
0
Tatang Nugraha Kepala Bidang Koperasi dan UKM Dinas KUKMP dan Industri Kota Banjar
Tatang Nugraha Kepala Bidang Koperasi dan UKM Dinas KUKMP dan Industri Kota Banjar

BANJAR – Pendaftaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahap kedua sudah ditutup pada 29 November 2020. Di Kota Banjar ada sekitar 49.235 orang yang mendaftarkan diri untuk mendapatkan suntikan modal usaha sebesar Rp 2,4 juta itu.

Kepala Bidang Koperasi dan UKM Dinas KUKMP Kota Banjar Tatang Nugraha mengatakan dari total pendaftar akan dilakukan verifikasi data terlebih dahulu. Verifikasi data untuk menghindari pendaftar yang berdomisili di luar Kota Banjar, dan menghindari data pendaftar yang double atau lebih dari satu kali mendaftar.

“Pendaftaran sudah ditutup pada 29 November 2020. Hasil pembukaan PEN tahap kedua sudah terdata sekitar 59.235 orang mendaftar, namun belum kami ajukan ke pusat karena harus divalidasi dulu data-data pengusulnya,” ujar Tatang di ruang kerjanya, Senin (2/11).

Baca juga : Mahasiswa Kota Banjar Peduli Korban Bencana

Ia menjelaskan hasil verifikasi dan validasi data para pendaftar tersebut akan diajukan ke pusat. Ia berharap pemerintah pusat tidak mencoret jumlah usulan tersebut.

“Mudah-mudahan tidak banyak yang dicoret. Berkaca dari tahap pertama kami mengusulkan sekitar 25 ribu UKM, namun yang fix mendapat bantuan sekitar 17 ribu. Mudah-mudahan saja pada tahap kedua ini tidak banyak yang dicoret,” harapnya.

Ia menambahkan pelaku UKM yang sudah mendapatkan bantuan sebesar Rp 2,4 juta pada tahap pertama tidak akan mendapatkan bantuan lagi pada tahap kedua. Meskipun UKM tersebut mengusulkan pada proses pendaftaran tahap kedua.

“Sistem akan otomatis menolak karena NIK pendaftar terbaca. Jadi yang tahap dua ini merupakan UKM yang sebelumnya atau pada tahap pertama belum mendapatkan bantuan modal,” ungkapnya.

Pihaknya juga menemukan pada pendaftaran tahap kedua banyak yang mendaftarkan diri, namun domisili identitasnya bukan di Banjar. “Setelah kami melakukan pengecekan data banyak juga dari Cilacap. Itu tidak bisa kami usulkan ke pusat karena penerima harus asli warga Kota Banjar atau KTP-nya berdomisili Banjar,” jelas Tatang. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.