5.035 Warga Garut Terpapar Covid-19

20
0
radartasikmalaya.com
ilustrasi covid-19/ radartasikmalaya.com
Loading...

GARUT KOTA – Angka kasus positif Covid-19 di Kabupaten Garut terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data dari Satuan Tugas (Satgas) Penangan Covid-19 Kabupaten Garut sampai Sabtu (16/1), positif Covid-19 di Kabupaten Garut mencapai 5.035 kasus.

Humas Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut Yeni Yunita mengatakan kasus positif Covid-19 setiap harinya meningkat. Sabtu (16/1) saja, ada penambahan 129 kasus yang berasal dari klaster keluarga.

Mereka saat ini sudah mendapatkan penanganan kesehatan di tempat isolasi yang sudah disiapkan pemerintah. “Untuk pasien yang bergejala atau memiliki penyakit bawaan sudah dirawat di rumah sakit,” kata Yeni kepada wartawan, Minggu (17/1).

Baca juga : Rawan Longsor Susulan, Jalur Utama Bandung – Talegong Garut Dialihkan

Sementara untuk pasien tanpa gejala diisolasi di tempat-tempat isolasi terpusat yang sudah disediakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut. Beberapa pasien juga diperbolehkan menjalani isolasi mandiri asalkan rumahnya memadai.

loading...

Yeni menyebutkan berdasarkan data terakhir, total pasien terkonfirmasi positif di Kabupaten Garut berjumlah 5.035 orang. Sebanyak 554 orang masih menjalani isolasi mandiri, 487 orang menjalani isolasi di rumah sakit atau tempat lainnya, 3.840 orang telah dinyatakan sembuh dan 154 orang meninggal dunia.

Kasus pasien yang meninggal dunia juga mengalami penambahan dari hari sebelumnya. Ia menyebutkan, terdapat dua pasien positif Covid-19 yang meninggal, yaitu perempuan usia 59 tahun dari Kecamatan Cikelet dan laki-laki usia 74 tahun dari Kecamatan Garut Kota.

Yeni mengingatkan ancaman penularan virus Covid-19 di keluarga semakin meningkat setia harinya. Karena itu, ia meminta masyarakat terus menumbuhkan kesadaran dan kewaspadaan di dalam keluarga.

“Kita sama-sama kurangi risiko penularan melalui tetap memakai masker di rumah, terapkan etika batuk dan bersin, cuci tangan, makan bergizi seimbang, istirahat yang cukup serta kelola stres,” paparnya. (yna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.