5 ABK yang Dianiaya di Pantai Cibalong Garut Masih Misterius

31
0
Loading...

KARANGPAWITAN– Polres Garutmelimpahkan kasus dugaan penganiayaan lima anak buah kapal (ABK) yang dilakukan satu orang ABK di tengah laut ke Polres Cilacap.

Hasil penyelidikan, aksi penganiayaan yang dilakukan pelaku bernama Ar (27) terhadap lima ABK yang saat ini masih hilang dilakukan di perairan Cilacap.

“Hasil penyelidikan tempat kejadian perkara berada di wilayah perairan Cilacap. Jadi kasusnya dilimpahkan ke Polres Cilacap,” kata Kepala Sub bagian Humas Polres Garut Ipda Muslih Hidayat saat dihubungi Rakyat Garut melalui saluran teleponnya, Selasa (5/1).

Muslih mengatakanpelimpahan perkara sudah dilakukan pada Sabtu (2/1) lalu, setelah pihak Polres Garut berkoordinasi dengan Polda Jawa Tengah dan Jawa Timur.

”Setelah melakukan penyelidikan mendalam dan olah TKP (tempat kejadian perkara) ternyata kejadiannya di perairan Cilacap,” terangnya.

Loading...

Baca juga : Kedelai Mahal, Bikin Ruwet Tukang Tahu & Tempe di Garut

Maka dari itu, pihaknya langsung menyerahkan pelaku dan berkas pemeriksaan awal. Dalam perkara ini, Polres Garut hanya mengamankan pelaku dan satu korban beserta kapalnya.”Untuk kapalnya, saat ini masih diamankan di Cibalong, belum diambil Polres Cilacap,” ujarnya.

Sebelumnya, kapal nelayan itu berangkat dari Pacitan, Jawa Timur, kemudian terdampar di pantai wilayah Kecamatan Cibalong yang diketahui terdapat dua orang selamat dalam kapal itu lalu diselamatkan oleh warga dan nelayan setempat.

Namun, seorang anak buah kapal berusaha melarikan diri yang ternyata diketahui sebagai terduga pelaku penganiayaan terhadap nelayan dan penyebab nelayan lainnya loncat dari kapal untuk menyelamatkan diri ke tengah lautan.

Lima orang yang loncat dari kapal hingga sekarang belum diketahui keberadaannya. Mereka masih dalam pencarian tim gabungan Satuan Polisi Air dibantu oleh nelayan setempat.

Polres Garut sementara mengamankan terduga pelaku bernama Ar (27) warga Sulawesi Tenggara dan korbannya yang mengalami luka bernama Nelson (20) warga Nusa Tenggara Timur.

Pengakuan sementara dari saksi korban bahwa terduga pelaku saat di kapal merasa tersinggung dengan ucapan rekannya terkait dengan utang dan rencana pernikahannya.

Ucapan rekannya itu membuat Ar marah kemudian melakukan penganiayaan hingga korbannya, termasuk nelayan lainnya, lompat ke tengah lautan.

Korban Nelson sempat bersembunyi di bawah kapal hingga akhirnya ditemukan oleh pelaku dan meminta maaf untuk melanjutkan berlayar hingga akhirnya kapal terdampar. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.