5 Bulan Gaji Kades Mangkonjaya Tasik Disumbangkan untuk Warga Terdampak Covid-19

137
0
Dedi Mulyadi Kepala Desa Mangkonjaya (kiri) menyerahkan bantuan secara simbolis kepada tim gugus tugas covid-19, Selasa (12/05). foto: istimewa untuk radartasikmalaya.com

BOJONG GAMBIR – Kepala Desa (Kades) Mangkonjaya Kecamatan Bojonggambir Kabupaten Tasikmalaya, Dedi Mulyadi, menyumbangkan gajinya selama 5 bulan, untuk disumbangkan kepada masyarakatnya terdampak Covid-19.

Dedi mengatakan, berawal dari rasa kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak covid-19 dan banyaknya rencana pemerintah yang memang sudah dipublikasikan jauh-jauh hari baik dari pusat, provinsi, lewat media namun belum kunjung juga datang.

Dampak covid-19 ini semakin lama semakin terasa, khususnya di desa saya. Sehingga timbul rasa ingin membantu. Pasalnya sangat terasa sekali dampak ekonomi yang dirasakan selama ini,” ujarnya kepada Radar, Selasa (12/5).

Dedi mengungkapkan, sebelumnya niatnya itu telah dibicarakan terlebih dahulu dengan keluarganya dan mendapatkan dukungan.

Untuk makan keluarganya, Ia masih memiliki usaha warung kecil-kecilan. Sehingga gajinya selama 5 bulan ke depan disumbangkan bagi warganya yang terdampak corona.

Namun, ujar Dedi, dikarenakan uang tunai tidak punya, maka terpaksa meminjam ke BUMDes sebesar Rp10 juta.

Kesepakatannya dengan pihak BUMDes, bahwa pembayarannya dicicil melalui gajinya setiap bulan.

“Kebetulan BUMDes yang ada di desa saya berjalan, jadi saya minjam dulu. Dan nanti dibayar melalui gaji selama 5 bulan ke depan, dimulai bulan Mei sekarang hingga bulan September mendatang. Bendahara Desa yang akan menyetorkan gaji saya ke BUMDes,” ucapnya.

Uang sebesar itu, ujar Dedi, diberikan kepada Satgas Covid-19 yang ada di desanya untuk dibelikan beras sebanyak 10 ton terlebih dahulu.

Selanjutnya dibagikan kepada warga sebesar 10 kg per KK-nya. Khusus bagi yang belum kebagian dan tercover oleh bantuan dari pemerintah dan diutamakan bagi para pekerja yang di PHK dan dirumahkan.

Saat ini, lanjut Dedi, dampak dari covid-19 masyarakatanya tidak berdaya. Ada yang di PHK dan dirumahkan, pulang ke kampung halaman tidak ada pekerjaan dan tidak punya tanah.

Ada beberapa warga yang datang kepadanya dan bercerita sudah tidak menanak nasi selama 2 hari, dengan alasan tidak ada yang menyuruh untuk kerja.

Sedangkan, jika menunggu bantuan dari Provinsi, Kementerian, Kabupaten itu terlalu lama. Sehingga Ia memberikan gajinya untuk dibelikan beras yang dibagikan kepada masyarakat.

“Warga saya yang menerima bantuan bukan hanya dari Kementerian dan Provinsi berupa bantuan sembako, PKH dan BLT Desa. Yang di luar itu bisa tercover dari bantuan saya. Mudah-mudahan langkah saya menjadi dakwah bagi rekan-rekan sebagai pemimpin,” kata Dedi menjelaskan.

(radika robi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.