5 Kios di Pasar Guntur Garut Hangus Dilalap si Jago Merah

142
0
Istimewa. PADAMKAN. Petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut memadamkan api yang membakar lima kios di Pasar Guntur Ciawitali, Senin malam (19/10).
Istimewa. PADAMKAN. Petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut memadamkan api yang membakar lima kios di Pasar Guntur Ciawitali, Senin malam (19/10).

TAROGONG KIDUL – Sebanyak lima kios pedagang di blok A Pasar Guntur Ciawitali, Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul, hangus terbakar Senin (19/10) tengah malam. Diduga api yang membakar lima kios pedagang ini dari arus pendek listrik di salah satu kios di pasar tersebut.

“Kejadiannya pukul 23.13. Dugaan sementara dari korsleting listrik,” ujar Kepala Bidang Operasi Kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kabupaten Garut Wawan Sobarwan, kepada wartawan, Selasa (20/10).

Wawan menerangkan, lima kios yang terbakar itu merupakan milik Ayi (39), Sodiq (43), PO Deri (40), Amrulloh (48), Simon (45 ), adin (50), dan Erwin (41).

Selain membakar kios, ada lapak pedagang yang juga ikut terbakar. “Ada tujuh lapak pedagang yang ada di depan kios juga ikut terbakar,” ujarnya.

Baca juga : Kembangkan Wisata, Pemkab Garut Bangun Fasilitas di Puncak Gunung Putri

Wawan menerangkan, meski kejadiannya berada di lokasi bangunan padat, tetapi api tidak merembet ke bangunan lain. Api bisa dipadamkan setelah pihaknya menurunkan tiga unit mobil pemadam kebakaran.

“Api bisa dikendalikan dan tidak merembet ke kios lain. Hanya lima kios yang terbakar,” terangnya.

Wawan menerangkan, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa kebakaran ini, hanya saja kerugian mencapai ratusan juta rupiah. “Untuk jumlah pastinya belum diketahui, karena masih dalam pendataan,” katanya.

Dengan banyaknya kejadian kebakaran yang diakibatkan arus pendek listrik atau korsleting, Wawan mengimbau masyarakat melakukan berbagai langkah guna mengantisipasi dan mencegah terjadinya kebakaran di lingkungan pasar dengan selalu mengecek instalasi listrik maupun kompor yang menyala.

Jaringan listrik harus diperhatikan apa benar-benar aman serta jauh dari risiko korsleting.

Masyarakat juga diimbau untuk menyiapkan kantong-kantong atau sumber air dan drafting point dalam rangka kesiapsiagaan apabila terjadi kebakaran.

“Selain itu, kami menyarankan agar setiap rumah atau bangunan memiliki alat proteksi kebakaran seperti APAR (Alat Pemadam Ringan) dan hydrant, sebagai antisipasi bilamana kebakaran terjadi,” paparnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.