5 Konsekuensi Pasang Aplikasi VPN

477
0

PEMERINTAH Republik Indonesia resmi membatasi akses media sosial mulai Rabu (22/5/2019). Hal ini dinyatakan langsung oleh Menkopolhukam Wiranto.

Walau tak menyebut secara langsung media sosial apa yang dibatasi, namun pengguna mengalami kesulitan mengakses Facebook dan Instagram. Sehingga, masyarakat beramai-ramai memasang aplikasi virtual private network (VPN) pada ponsel mereka.

VPN memang dapat menyiasati pembatasan akses media sosial, akan tetapi ada potensi kerawanan yang dihasilkan, terutama dari aplikasi VPN gratis.

Berikut daftarnya:

1. Keamanan jaringan dalam bahaya

Berdasarkan studi terhadap 283 penyedia VPN, semua aplikasi VPN gratis mengandung malware. Sementara 38 persen VPN terindikasi mengandung malware.

Kebanyakan malware berkaitan dengan iklan. Masuk akal, karena VPN gratis mengandalkan pendapatan dari iklan.

Selain itu VPN juga dapat menggali lintas data melalui ponsel pengguna, jadi seseorang dapat menggunakan alamat IP anda untuk melakukan aktivitas ilegal atau kriminal siber.

2. Aktivitas online terpantau

Sebuah studi menyebutkan, 72 persen VPN gratis terpasang alat pelacak pihak ketiga.

Artinya, aktivitas Anda selama merambah di dunia maya terpantau dan data pengguna dikumpulkan dan berpotensi dijual ke pihak lain.

3. Jumlah data terbatasi

Banyak aplikasi VPN gratis membatasi lintas data, misalkan hanya 2 GB. Selain membatasi data, mereka juga membatasi pita lebar (bandwidth) dan membatasi jumlah lokasi server, protokol dan koneksi simultan. Hal itu tidak lain untuk membuat pengguna VPN meningkatkan kepada layanan berbayar.

4. Kecepatan akses internet melambat

Sesaat setelah apllikasi VPN terpasang, kemudian Anda merasa kecepatan akses internet melambat, itu adalah hal wajar.

Bagaimanapun hal demikian adalah strategi penyedia VPN agar Anda beralih kepada layanan berbayar.

5. Banyak serbuan iklan

Penyedia VPN gratis membutuhkan pendapat semata dari iklan. Akan tetapi, pada aplikasi VPN gratis, iklan terasa menganggu pengguna.

Terlebih pengguna merasa kecepatan akses internet melambat karena iklan dan iklan yng ditampilkan dapat membawa ke situs yang rawan. (PojokBekasi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.