Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.4%

0.9%

60.9%

2.3%

0.2%

4.4%

19.5%

11.3%

0%

0.1%

0%

0%

5 Pemilik Pabrik Pil PCC di Kawalu Kota Tasik Terancam Hukum Mati, Berkas Kasusnya Masuk Kejaksaan

3071
0

KOTA TASIK – Masih ingat dengan kasus yang menghebohkan yaitu pabrik pil PCC yang diproduksi di sebuah pabrik sumpit di Jalan Raya Syeh Abdul Muhyi, RT 4, RW 8, Kampung Awilega, Kelurahan Gununggede, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya?

Nah, kini kasus yang sempat bikin heboh pada akhir November 2019 lalu itu telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Tasikmalaya.

Para tersangkanya kini sedang diperiksa pihak Kejaksaan. Senin (20/1) Siang sekitar pukul 11.00 WIB, Badan Narkotika Nasional (BNN) membawa 5 tersangka kasus ini menaiki bus BNN bernopol B 7194 TPA.

Pun, barang buktinya 2 juta pil PCC, alat-alat pembuatan pil PCC, bahan pembuatan PCC, mobil Luxio berplat nomor R 9285 LD, Delica berplat nomor B 1466 FOU dan Gran Max bernopol B 9180 VCB ke Kantor Kejari Kota Tasik.

Baca Juga : Pabrik Sumpit di Kawalu Kota Tasik Digerebek BNN, Ini Narkoba yang Diproduksinya..
Baca Juga : 2 Juta Butir Narkoba Disita BNN dari Pabrik Sumpit di Kawalu, Wali Kota Tasik Ngaku Kecolongan

Para tersangka yang diserahkan ke Kejari Kota Tasik ini adalah Yohan Elfian Juhermawan (27), Muhamad Joko Pamungkas (25), Eri Choerudin, alias Eri (24), Deni Primadani alias Arab (25) dan Agus Munajat (57).

“Kita terima lima orang tersangka pabrik Narkoba di Kawalu Kota Tasikmalaya ini beserta barang bukti dari BNN. Mereka dituntut hukuman mati,” ujar Kepala Kejari Kota Tasik, Lila Agustina kepada radartasikmalaya.com.

Baca Juga : Warga Kota Tasik Bisa Akses Internet Gratisan di Wilayah Ini, Dananya Rp6 M

Para tersangka ini, terang dia, langsung diperiksa kembali dalam proses tahap II di Kejaksaan sebagai kelengkapan Berkas Acara Pemeriksaan (BAP).

“Sedangkan 8 unit mesin produksi dititipkan di Rumah Penyimpanan Barang Sitaan Negara (Rupbasan) Kelas I Bandung. Soalnya, kalau dibawa nanti ke persidangan di Pengadilan Tasik tak memungkinan karena barangnya berukuran besar-besar,” terangnya.

“Para tersangka disangkakan Pasal 114 ayat (2) jo.Pasal 132 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tebtabg Narkotika dengan ancaman pidana mati. Tiap tersangka kami buat tim khusus 8 orang untuk menanganinya perkaranya dan saya turun langsung menjadi ketua tim Jaksa Penuntut Umum (JPU)-nya,” sambungnya.

Lila menambahkan, nantinya persidangan akan digelar di Pengadilan Kelas II B Tasikmalaya.

Jumlah tim JPU itu sebanyak 8 orang terdiri dari 4 JPU dari Kejaksaan Agung dan 4 JPU dari Kejari Tasikmalaya.

“Secepatnya kita limpahkan ke pengadilan. Paling lama waktu penahanan di Kejaksaan selama 20 hari ke depan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Subdit Psikotropika BNN Kombespol Sri Ana menuturkan, kelima tersangka ini telah terbukti sebagai pelaku pembuatan narkoba di pabrik Pil PCC yang digerebek di Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya, akhir tahun lalu.

Dari sembilan orang yang diamankan, sesuai hasil penyidikan lebih lanjut terbukti lima orang ditetapkan sebagai tersangka.

Sedangkan, empat orang lainnya dibebaskan karena tidak cukup bukti untuk dijadikan tersangka. Karena keempat orang lagi tak terbukti sebagai sindikat jaringan Narkoba jenis ini sesuai hasil penyidikan.

Namun, sampai sekarang BNN telah menetapkan lima orang pelaku lainnya dan telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) sampai sekarang.

“Penyerahan tahap dua ini merupakan kewajiban penyidik. Dinyatakan sudah cukup dan berkas lengkap. Memang benar awalnya 9 orang di lokasi Tasikmalaya. Setelah melakukan pemeriksaan 4 tersangka dibebaskan. 5 orang DPO sampai sekarang,” pungkasnya.

Berikut Videonya:

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.