50 Persen ASN Belum Sarjana

17
0

JAKARTA – Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Apa­ra­tur Sipil Negara (ASN) Indonesia banyak yang mengantongi pendidikan sarjana. Karenanya un­tuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM), pemerintah akan terus membuka lo­wo­n­gan PNS hingga lima tahun ke depan atau 2024.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Syafruddin mengatakan pemerintah akan terus melakukan peningkatan kapasitas ASN. Salah satu penyebabnya adalah, separuh PNS Indonesia belum mengantongi pendidikan Sarjana.

Saat ini, ASN yang mengantongi ijazah perguruan tinggi baik jenjang sarjana, magister, mau doktor baru 50 persen. Sisanya belum mengantongi ijazah S1.

“Kesarjanaannya ada S1, S2, S3. Itu baru 50 persen separuhnya masih belum sarjana,” ungkapnya di Jakarta, Rabu (21/8).

Karenanya, menurut mantan Wakapolri ini, menjadi tugas pemerintah untuk terus mendorong peningkatan kapasitas ASN. Khususnya dari sisi pendidikan dapat terus ditingkatkan.

“Jadi inilah yang kita pacu. Yang belum sarjana kita jadikan sarjana. Yang sudah S1 kita jadikan S2,” imbuhnya.

Tak sampai di situ. ASN tidak saja didorong untuk naik kelas dari sisi pendidikan, tapi juga didorong untuk memperluas jaringan.

Pemerintah menyediakan fasilitas melanjutkan pendidikan ke luar negeri untuk PNS.

“Kapasitas ASN harus di-upgrade. Ini yang kita lakukan. Yang S1 kita. mau jadikan S2, tapi ada networking. Makanya ditaruh di luar supaya kita tidak ketinggalan dengan perkembangan global,” tandasnya.

Sebelumnya, Syafruddin juga mengatakan Indonesia membutuhkan lebih banyak PNS untuk membawa perubahan dalam hal birokrasi. Hingga saat ini, Indonesia masih tertinggal dengan Singapura dalam jumlah PNS. (gw/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.