Nyalakan Lilin Saat Tidur Siang, Rumah Rasih Kebakaran

50% Tubuh Rasih Terbakar

220
0
TINGGAL PUING. Salah seorang warga menunjukkan rumah Rasih yang ludes dilalap api beserta isinya setelah terbakar pada Sabtu (21/4).
Loading...

CIAMIS – Rasih (73) warga Dusun Gunasari RT 10/12 Desa Cintanagara Kecamatan Jatinagara menjalani perawatan di Rumah Sakit Dadi Keluarga. Sekitar 50 persen tubuhnya mengalami luka bakar, akibat kebakaran yang menghanguskan rumahnya pada Sabtu (21/4) sekitar pukul 14.00.

Abas (46) saudara Rasih menerangkan korban selalu menyalakan lilin atau lampu teplok di dalam rumah. Baik malam maupun siang. Begitu pun saat kejadian.

Siang itu Rasih menyalakan lilin di tengah rumah. Sementara dia tidur siang di kamar. Diduga, lilin jatuh ke lantai dan menyambar pakaian yang tersimpan di tengah rumah, kemudian merembet ke bagian lain. Dalam waktu sekejap, api menjalar ke semua bagian rumah panggung itu.

Menurut Abas, saat itu Rasih bangun dan berusaha memadamkan api. Namun, pakaian yang dikenakannya malah terbakar. Rasih kemudian berlari ke luar rumah. Dia meminta tolong pada warga dengan api menyala di badannya.

Warga yang melihat, segera menyiram Rasih dengan air. Dia selamat. Namun sekujur tubuhnya mengalami luka bakar.

Loading...
DIRAWAT. Rasih menjalani perawatan di RS Dadi Keluarga akibat luka bakar yang dialaminya Minggu (22/4).

“Korban (megalami) luka bakarnya di sekujur tubuhnya. Namun sekarang korban mulai membaik,” ungkapnya saat ditemui di Rumah Sakit Dadi Keluarga Minggu (22/4).
Elin (34), cucu korban mengaku kaget mendengar informasi rumah neneknya kebakaran. Lebih kaget lagi saat dia diberitahu bibinya bernama Omah (50), bahwa tubuh Rasih ikut terbakar.

Elin tinggal di Jakarta. Dia tidak bisa pulang kampung karena baru melahirkan.
“Memang saya tahu, sejak dulu nenek sudah kebiasaan, siang atau malam suka nyalain lilin atau cempor. Padahal di rumah sudah ada listrik juga. Saya seringkali mengingatkan, namun nenek selalu membandel,” terangnya saat dihubungi melalui telepon.

Paur Humas Polres Ciamis Iptu Hj Iis Yeni Idaningsih membenarkan adanya kejadian tersebut. Dia menjelaskan api berasal dari lilin yang dinyalakan korban siang itu di tengah rumah. Api diduga menyambar pakaian dan merembet ke lantai rumah yang terbuat dari bambu.

“Korban yang di dalam rumah sempat memadamkan api, namun tambah membesar dan mengenai bajunya. Hingga korban luka berat dan kini korban kita ketahui dirawat di RS Dadi Keluarga Kecamatan Baregbeg,” jelasnya.

Menurut dia, korban berhasil selamat setelah disiram oleh warga sekitar menggunakan air dari kolam ikan. Namun, rumah panggung yang ditinggalinya ludes tak bersisa. Warga kewalahan memadamkan api, meski sudah berjibaku mengangkut air dari kolam ikan terdekat.

“Memang kejadian ini kelalaian korban, saat siang hari menyalakan lilin, serta lupa tidak dipadamkan dan korban ketiduran,” tuturnya.

Dodi Utomo, pengelola Rumah Sakit Dadi Keluarga mengungkapkan sekitar 50 persen tubuh Rasih mengalami luka bakar. Meski begitu, sampai kemarin kondisinya terus membaik.

“Kami pantau (kesehatannya). Semoga bisa terus membaik keadaannya,” harapnya. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.