50 Wanita di Padakembang Tasik Dijual Online Rp400 Ribu Sekali Kencan

20523
2

KABUPATEN TASIK – Sebanyak 50 wanita dijual online melalui salah satu aplikasi chating oleh sang muncikari Rp400 Ribu untuk sekali kencan.

Tempat praktik prostitusinya di kos-kosan di Desa Cilampunghilir Kecamatan Padakembang Kabupaten Tasikmalaya.

Nah, kemarin, tempat maksiat yang resahkan warga tersebut digerebek petugas Polres Tasikmalaya.

Alhasil, penyedia jasa layanan birahi (Muncikari) inisial AM (43) warga Pasar Baru Desa Singaparna Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya, digelandang polisi.

Berita terkait : Kos-kosan Tempat Prostitusi Online di Padakembang Tasik Digerebek Polisi

Selain itu, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa 2 unit Hp, alat kontrasepsi, serta uang Rp400 ribu.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Hendria Lesmana mengatakan, pengungkapan aksi maksiat ini bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya bisnis prostitusi yang menggunakan sebuah kos-kosan.

Baca juga : 26 Ribu Ketua RW di Jabar Pake Aplikasi Ini untuk Penanggulangan Corona
Loading...

“Setelah mendapat informasi, kita langsung melakukan penyelidikan dan kita gerebeg langsung ke Lokasi. Kita telah mengamankan barang bukti berupa dua unit handphone, alat kontrasepsi dan uang Rp400 ribu,” ujarnya saat gelar perkara di halaman Mako Polres Tasikmalaya, Kamis (5/3).
Kata Hendria, tersangka AM bertindak sebagai muncikari.

“AM yang mencari konsumen pria hidung belang dan mendealkan harga. Sekaligus yang menyediakan tempat kos-kosan,” tuturnya.

Dari hasil pemeriksaan, kata dia, tarif untuk sekali kencan melalui jasa tersangka berkisar antara Rp200 ribu hingga Rp 300 ribu.

“Pelanggannya mulai dari mahasiswa hingga karyawan,” katanya.

Tersangka, lanjut dia, mendapat keuntungan sebesar Rp50 ribu dari satu kali transaksi.

Berdasarkan pengakuan tersangka, sudah dua bulan membuka bisnis prostitusi online tersebut.

“Tersangka AM ini, sudah menjajakan 50 perempuan berusia 30 hingga 41 tahun kepada pria hidung belang. Dalam sehari, setidaknya bisa menjajakan 2 hingga 4 orang perempuan,” terangnya.

Lanjut Hendria, modus dari prostitusi online ini yakni menjajakan perempuan di salah satu aplikasi chating.

Pelaku lantas melakukan tawar menawar dengan konsumennya atau pria hidung belang yang siap mem-booking perempuan yang dijajakan.

“Jika sudah ada kesepakatan harga, maka pelaku mempertemukan antara sang wanita dengan konsumen tersebut sekaligus menyediakan tempat berupa kos-kosan,” kata dia.

(Radika Robi)

Loading...
loading...

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.