500 Nakes di Garut Pernah Positif Covid-19 Tak Akan Divaksin

17
0
radartasikmalaya.com
ilustrasi covid-19/ radartasikmalaya.com
Loading...

GARUT KOTA – Dinas Kesehatan Kabupaten Garut sudah mendistribusikan 12.200 dosis vaksin Covid-19 ke puskesmas-puskesmas yang akan menjadi tempat vaksinasi. Pendistribusian vaksin Covid-19 sudah dilakukan mulai Kamis (28/1) dan ditargetkan selesai Minggu (31/1).

“Sampai hari ini (Minggu) insya Allah selesai. Senin dijadwalkan bisa mulai (vaksinsi),” ujar Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten GarutLeli Yulianisaat dihubungiSabtu (30/1).

Menurut dia, jumlah dosis vaksin yang didistribusikan untuk tahap awal vaksinasi dapat mencukupi untuk seluruh tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Garut, yang totalnya mencapai sekitar 6.000 orang. “Kalau jumlahnya cukup untuk vaksin nakes, karena tidak semua nakes akan menjalani vaksinasi,” ujarnya.

Baca juga : Warga Desa Simpang Garut Butuh Perbaikan Jembatan Rawayan

Menurut dia, dari 6.000 nakes di Kabupaten Garut, tidak akan divaksin semuanya karena sekitar 500 nakes pernah positif Covid-19.”Jadi kalau nakes yang sudah terpapar Covid-19 dan punya penyakit penyerta harus diskrining dulu, apa bisa atau tidak,” ujarnya.

loading...

Leli menargetkan vaksinasi kepada nakes dapat selesai dalam waktu sepekan. Namun, setiap nakes harus menjalani dua kali penyuntikan vaksin. Penyuntikan pertama dan kedua memiliki jeda 14 hari.

Terkait sistem pendaftaran vaksinasi, Leli menyebutkemungkinan pemerintah pusat akan mengevaluasi sistemnya untuk masyarakat umum. Pasalnya, dikhawatirkan sistem pendaftaran secara daring akan menyulitkan masyarakat umum.

Ia menjelaskan pemilihan nakes sebagai penerima vaksinasi prioritas bukan tanpa alasan. Selain karena nakes adalah profesi yang paling berisiko terhadap penularan Covid-19, nakes juga lebih mudah diatur dalam pendataan dan pendaftaran vaksinasi.

Secara pribadi, Leli ingin sistem pendaftaran vaksinasi untuk masyarakat dapat dilakukan secara manual. Sebab, akan terjadi banyak kendala jika pendaftaran dilakukan secara daring.
“Di Garut masih banyak daerahblankspot. Selain itu, pendaftaran kan serentak seluruh Indonesia, takutnya server tak kuat jadi lama. Manual mungkin akan lebih mudah pendataannya,” paparnya. (yna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.