507 OTG dari Zona Merah Masuk ke Tanjungjaya Tasik

3381
0
ISTIMEWA MENERIMA BANTUAN. Camat Tanjungjaya Iyan Sukmana (tiga dari kiri) menerima bantuan masker, sanitizer dan cairan disinfektan dari MWCNU Kecamatan Tanjungjaya dalam pencegahan penyebaran virus corona, Selasa (14/4).

TANJUNGJAYA – Pemerintah Kecamatan Tanjungjaya mencatat ada 507 warganya yang berstatus orang tanpa gejala (OTG). Mereka baru datang dari kota besar yang masuk ke dalam zona merah pandemi Covid-19 dan langsung diimbau untuk isolasi mandiri.

Camat Tanjungjaya Iyan Sukmana mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan informasi dan data dari setiap desa soal warga yang baru pulang dari perantauan, seperti dari Jakarta, Bandung, Depok, Bogor dan daerah lainnya yang masuk dalam zona merah.

Baca juga : Bos Pabrik Pil PCC di Kawalu Kota Tasik Dituntut Hukuman Mati

“Datanya yang sudah masuk ada 507 orang baru datang dari luar kota dan langsung dinyatakan sebagai OTG serta diminta untuk isolasi mandiri di rumah selama 14 hari yang diawasi petugas kesehatan dari Puskesmas Tanjungjaya,” katanya kepada wartawan, Selasa (14/4).

Kata dia, pemantauan ini bertujuan untuk terus mendampingi kesehatan warga yang berstatus OTG. Sehingga bisa diketahui perkembangan mereka yang baru datang dari zona merah, apakah muncul gejala selama isolasi atau seperti apa.

Iya terus mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti anjuran pemerintah dalam jaga jarak, sering cuci tangan dan melakukan isolasi mandiri kepada yang baru pulang dari daerah zona merah penyebaran virus corona di Indonesia. “Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada warga Tanjungjaya yang PDP, semuanya hanya OTG,” ujarnya, menjelaskan.

Loading...

Iyan pun mengapresiasi kepada berbagai pihak, termasuk MWCNU Kecamatan Tanjungjaya yang turut serta menyumbangkan masker, disinfektan dan sanitizer untuk pencegahan penyebaran virus corona.

“Ini (bantuan masker, sanitizer dan disinfektan, Red) sebagai langkah nyata yang dilakukan semua pihak, termasuk para ajengan dalam pencegahan penyebaran Covid-19 di Kecamatan Tanjungjaya,” katanya.

Menurutnya, gerakan kepedulian ini sangat penting dalam pencegahan bersama penyebaran virus corona yang begitu cepat. Sehingga masyarakat di Tanjungjaya bisa terhindar dari terpapar virus tersebut.

“Protokol kesehatan kami laksanakan dalam upaya pencegahan Covid-19. Kami pun terus memantau masyarakat, terutama jika ada warga kami yang baru pulang dari luar kota, mereka langsung diimbau isolasi diri,” ujarnya.

Ketua Syuriah MWC NU Kecamatan Tanjungjaya Ajengan Iyon Sopyan mengatakan, pihaknya bersama Muspika Kecamatan Tanjungjaya menyumbangkan 1.500 masker, 10 botol hand sanitizer dan cairan disinfektan untuk diberikan kepada masyarakat dalam pencegahan virus corona.

Kata dia, Bantuan tersebut disalurkan kepada masyarakat melalui pemerintah desa dan puskesmas dalam upaya pemuka agama ikut membantu pencegahan penyebaran wabah Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya yang kasusnya terus meningkat.

“Diharapkan semua pihak bisa saling bahu membahu guna melawan penyebaran Covid-19. Termasuk para ajengan di Kecamatan Tanjungjaya dengan sekemampuan juga ikut membantu pencegahan menyebarnya wabah virus tersebut,” ujarnya.

Baca juga : Wanita Hamil Warga Cikatomas Tasik Jualan Miras, Diringkus Bersama 2 Pria Partner-nya

“Kami sebagai bagian warga negara, NU Kecamatan Tanjungjaya juga ikut peduli. Walaupun nilainya tidak seberapa, akan tetapi diharapkan besar manfaatnya,” katanya, menambahkan.

Selain itu, kata dia, MWCNU Kecamatan Tanjungjaya sudah melakukan penyemprotan disinfektan di beberapa masjid dan fasilitas umum lainnya. “Aksi sosial ini bisa diikuti organisasi lainnya, sehingga pencegahan Covid-19 bisa lebih maksimal. Para ajengan ini pun terus melakukan sosialisasi protokol pencegahan Covid-19 dalam berbagai kesempatan kepada masyarakat,” tambah dia. (dik)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.