51 Warga Terdampak Tanah Longsor di Bantarkalong Tasik Masih Ngungsi

256
0
radartsikmalaya.com
Tampak sebuah kendaraan roda empat terseret banjir di kawasan Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya, Senin (12/10). screenshoot radartasikmalaya.com

TASIKMALAYA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya mencatat puluhan warga terdampak tanah longsor di Desa Wangunsari Kecamatan Bantarkalong, masih mengungsi hingga Kamis (15/10) siang.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Irwan mengatakan, berdasarkan data di lapangan terdapat 16 Kepala Keluarga (KK) atau 51 jiwa mengungsi.

Mereka sementara dipusatkan di tenda pengungsian yang didirikan oleh petugas di sekitar lokasi tanah longsor. Bencana itu terjadi Senin (12/10) lalu.

“Kondisi pengungsi aman di tenda pleton,” kata dia saat dihubungi wartawan.

Menurut dia, tanah longsor yang terjadi di wilayah itu pada Senin pagi. Longsor disebabkan hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Tasikmalaya sejak sehari sebelumnya.

Akibat kejadian itu, sebanyak lima rumah rusak dan enam lainnya terancam. Total terdapat 11 rumah di Desa Wangunsari, Kecamatan Bantarkalong, yang terdampak tanah longsor.

Loading...

Warga yang tinggal di rumah yang terancam ikut mengungungsi lantaran takut tertimpa longsor susulan.

Irwan mengatakan, pihaknya sudah mendistribusikan bantuan logistik untuk kebutuhan makan para pengungsi.

Puluhan warga terdampak tanah longsor di Bantarkalong, Tasik, saat mengungsi, Kamis (15/10) siang. istimewa for radartasikmalaya.com

Selain bantuan logistik, BPBD juga mendistribusikan kebutuhan sehari-hari warga selama di pengungsian seperti selimut dan lainnya.

“Bantuan dari para relawan juga sudah datang. Namun, sekarang pengungsi masih membutuhkan selimut dan pakaian hangat. Sebab di sana mereka tidur di tenda,” terangnya.

Sementara untuk penanganan rumah terdampak longsor, Irwan mengatakan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk melakukan kajian terkait kelayakan tanah untuk permukiman.

Jika wilayah itu dianggap tak layak untuk ditinggali, warga akan direlokasi ke tempat yang aman.

Menurut dia, kajian juga harus dilakukan di tempat tujuan relokasi. “Jangan sampai tanah relokasi juga berpotensi bencana,” tambahnya.

Jelas dia, berdasarkan keterangan dari perangkat desa setempat, kejadian longsor di wilayah itu juga pernah terjadi beberapa tahun yang lalu. Warga yang terdampak longsor juga sudah direlokasi ke tanah desa.

Namun, menurut dia, warga justru kembali ke lokasi sebelumnya karena dekat dengan sawah. “Memang dasarnya susah diberi pengertian,” jelasnya.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Tasikmalaya, selama 12-14 Oktober 2020 terjadi 45 kejadian bencana di wilayahnya. Sebanyak 32 kejadian tanah longsor, 12 titik banjir, dan satu kebakaran rumah.

Hingga saat ini, petugas BPBD Kabupaten Tasikmalaya masih terus melakukan penanganan bencana di beberapa titik terdampak tanah longsor.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.