56 Ribu Hektare Lahan di Garut Memprihatinkan

46
0
TANAM POHON. Bupati Garut H Rudy Gunawan bersama Divisi Regional Perhutani Jawa Barat dan Banten Amas Wijaya dan ADM Perhutani Garut Nugraha melakukan penanaman pohon di Desa Mekarwangi, Kecamatan Cihurip, Kamis (12/11). Yana Taryana / Rakyat Garut

CIHURIP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut bersama Perhutani melakukan penanaman satu juta bibit pohon di lahan yang sudah kritis.

Bupati Garut H Rudy Gunawan menyebut dari 320 ribu hektare lahan, 56 ribu hektare di antaranya dalam kondisi kritis. “Bukan di lahan Perhutani saja yang kritis.

Tapi banyak juga di lahan milik pribadi. Kritis itu tanahnya ada di kemiringan dan tak ada tanamannya,” ujar Rudy usai penanaman bibit pohon di Desa Mekarwangi Kecamatan Cihurip Kamis (12/11).

Penanaman satu juta pohon akan dilakukan hingga bulan Maret atau selama musim hujan. Program itu jadi bagian penanaman 50 juta bibit pohon di Jawa Barat.

Masyarakat juga diajak untuk ikut berpartisipasi. Rudy menyebut telah mengeluarkan surat edaran untuk mengajak masyarakat menanam pohon. “Misal yang mau nikah atau perpanjang STNK nanti harus sumbang bibit pohon. Nanti disiapkan boks keikusertaan tanam pohonnya,” katanya.

Baca juga : Situ Bagendit Garut Ditarget Beroperasi Desember 2021

Rudy menyebut juga telah menganggarkan dari APBD Garut untuk penyediaan bibit pohon. Selain itu, banyak petani dan pegiat lingkungan yang mempunyai tempat penyemaian.

Wakil Kepala Divisi Regional Perhutani Jawa Barat dan Banten Amas Wijaya mengatakan, dari 50 ribuan lahan kritis di Garut, sekitar 30 ribu hektare merupakan lahan Perhutani. “Kami sudah sediakan bibitnya sampai 100 juta untuk di Jawa Barat.

Penanaman ini juga untuk memperbaiki lahan kritis,” ujarnya.
Menurutnya, banyak tanaman yang ditanam masyarakat tak mendukung ketahanan air. Misal dengan menanam sayuran di lereng.

Pihaknya pun berupaya untuk mencoba alih komoditi bagi masyarakat. Namun tanamnanya tetap bisa menghasilkan dan memperbaiki struktur tanah. “Kebanyakan lahan Perhutani itu ada di hutan-hutan lindung. Kami dorong masyarakat ikut berpartisipasi,” ucapnya.

Ia menyebut pohon tegakan juga memiliki nilai jual. Untuk wilayah Garut, potensi yang tanaman yang kuat seperti pohon alpukat, petai, jengkol, dan nangka.

Administratur Perhutani KPH Garut Nugraha menambahkan sampai saat ini pada program penanaman pohon tahun 2020 sudah mencapai satu juta pohon. Di tahun sebelumnya mencapai dua juta pohon tersebar di berbagai tempat di Garut.

Gerakan penanaman pohon di kawasan hutan Kecamatan Cihurip merupakan salah satu tindak lanjut dari adanya bencana banjir bandang yang menerjang wilayah selatan Garut.

“Banjir kemarin itu bentuk peringatan, kepada seluruh masyarakat Garut harus sadar lingkungan. Makanya kami berupaya untuk terus menanam pohon,” paparnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.