Beranda Nasional 568 Ribu Siswa Kesetaraan Terancam Putus Sekolah

568 Ribu Siswa Kesetaraan Terancam Putus Sekolah

25
0
BERBAGI

JAKARTA – Pemerintah gencar merekrut anak putus sekolah kembali bersekolah. Hasilnya, 568.171 anak berhasil ditarik masuk pendidikan kesetaraan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Namun karena tidak ada dana bantuan operasional pendidikan (BOP) PKBM, mereka berpotensi putus sekolah.

Sekretaris Ditjen PAUD-Dikmas Kemendikbud Wartanto mengatakan sekitar 4,1 juta anak miskin usia sekolah yang tidak bersekolah. Kemudian anak-anak itu disisir dan diarahkan kembali bersekolah. Jaminannya pemerintah memberikan uang melalui program Indonesia pintar (PIP) atau kartu Indonesia pintar (KIP).

Setelah dilakukan penyisiran, sebagian anak bersedia kembali bersekolah di sekolah formal. Lalu ada yang memilih masuk PKBM. Kemudian juga ada yang sama sekali tidak bersedia kembali bersekolah formal maupun kesetaraan. “Misalnya ada yang merantau ke luar negeri menjadi tenaga kerja,” katanya kemarin (12/2).

Setelah dilakukan pendataan, 568.171 anak yang bersedia kembali belajar melalui jalur pendidikan kesetaraan. Rinciannya, Paket A ada 69.905 anak, Paket B 242.004 anak dan Paket C 256.262 anak.

Permasalahannya, tidak ada BOP untuk lembaga pendidikan kesetaraan. Dalam pembahasan APBN 2018, Kemendikbud sudah mengusulkan perlunya anggaran tersebut ke Kemenkeu, tetapi belum diakomodasi. Dia mengungkapkan pengelola PKBM yang menerima peserta didik pemegang KIP sudah mulai ’’teriak’’. Di antaranya menuntut diberikan dana BOP untuk menunjang operasional. “Karena lembaganya (PKBM, Red) tidak kuat lagi,” tuturnya.

Masalahnya lagi, sampai sekarang tidak ada komponen BOP untuk PKBM di dalam dana transfer ke daerah. Karena PKBM itu di bawah pengelolaan pemda, maka dana bantuan operasionalnya ditransfer ke daerah. Sama seperti bantuan operasional sekolah (BOS) yang juga ditransfer ke daerah. “Kemendikbud sudah mengusulkan dua kali ke Kemenkeu. Jawaban (Kemenkeu, Red) masih di-sounding,” katanya.

Dalam pertemuan terakhir pekan lalu, kementerian yang dipimpin Sri Mulyani itu masih berupaya mengupayakan ada dana BOP untuk PKBM.

Wartanto mengungkapkan untuk meng-cover setengah juta lebih peserta didik di PKBM itu, Kemendikbud mengusulkan alokasi anggaran Rp 500 miliar/tahun. Dia berharap segera ada keputusan soal alokasi dana BOP untuk PKBM. Dia tidak ingin ancaman putus sekolah gara-gara PKBM-nya gulung tikar. (wan)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here