6 Laskar FPI Meninggal, Ribuan Umat Islam Kota Tasik Minta Jokowi Bentuk Tim Independen

172
0
Loading...

KOTA TASIK – Ribuan umat Islam Kota Tasikmalaya yang tergabung dalam Aliansi Aktivis dan Masyarakat Muslim Tasikmalaya (Almumtaz) kembali melakukan aksi turun ke jalan, Jumat (18/12) siang.

Aksi ini awalnya dilakukan di area batu andesit Taman Kota depan Masjid Agung Kecamatan Cihideung.

Usai Salat Jumat berjamaah di Masjid Agung, ribuan massa berkumpul di titik tersebut kemudian berorasi.

Selang sejam kemudian, ribuan massa mulai melakukan aksi longmarch menuju Mapolresta Tasikmalaya di Jalan Letnan Harun, Kecamatan Bungursari.

Pukul 15.00 WIB, ribuan massa pun tiba di depan Mapolresta.

Loading...

Usai adzan Ashar berkumandang, massa mulai berorasi dan melanjutkan aksi dengan tema Solidaritas dan Kemanusiaan Muslim Tasikmalaya ini.

Dalam aksi ini, masa membawa 5 tuntutan. Diantaranya usut tuntas pelanggaran HAM atas pembantaian 6 syuhada Laskar FPI, bebaskan IB HRS tanpa syarat, stop kriminalisasi ulama dan lain sebagainya.

Dengan menggunakan mobil komando, satu persatu perwakilan massa berorasi di depan Mapolresta sambil mendapat pengawalan ketat para personel kepolisian.

Beberapa anggota Kepolisian tampak membagi-bagikan masker serta memberikan handsanitizer untuk menjaga agar protokol kesehatan (prokes) dalam aksi ini tetap dipatuhi.

Dalam orasinya, massa menyuarakan kekecewaan terhadap Presiden Joko Widodo karena belum menurunkan tim independen untuk mengusut kasus penembakan 6 anggota laskar FPI.

Massa pun mempertanyakan sikap presiden karena HAM internasional saja sudah merespon kasus tersebut.

Jika presiden tidak menurunkan tim independen, massa menilai citra terhadap pemerintah akan hancur.

Massa pun meminta kepada ulama-ulama nusantara agar secepatnya berembug untuk mengeluarkan statemen yang posisinya netral berada di tengah-tengah.

massa juga menuntut pihak kepolisian agar menyebutkan nama-nama anggota polisi yang telah melakukan penembakan terhadap 6 anggota laskar FPI, karena kasus tersebut sudah masuk ke tahap rekonstruksi.

“Sampai hari ini Pak Jokowi (presiden, Red) belum merespon tentang tim independen. Ini yang membuat kami kecewa paling berat kepada presiden hari ini,” ujar KH TB Miftah Fauzi, peserta aksi.

“Ini persoalan kemanusiaan yang tampak jelas. Dunia HAM internasional sudah merespon. Masa seorang presiden tak sanggup menunjuk atau memberikan respon ataupun restu untuk membentuk tim independen,” sambungnya.

Jadi, terang dia, kalau tim ini dibentuk maka presiden ada di posisi di tengah. Tak memihak siapapun.

Jika tim independen tak digunakan untuk turut mengusut kasus itu maka kepecayaan publik terhadap pemerintah dan kepolisian semakin hancur.

“Jadi Pak Jokowi itu sayang ke pemerintah dan aparat negara tidak? Makanya segera bentuk tim independen,” tegasnya.

Jelas dia, meski Presiden sudah menurunkan Komnas HAM, menurut massa hal itu sudah biasa karena memang sudah tertuang dalam Undang-Undang jika ada kasus kemanusiaan harus didampingi oleh Komnas HAM.

“Namun, yang diminta massa adalah Presiden harus menerjunkan tim independen agar kasus tersebut tidak berlarut-larut,” jelasnya.

Usai beberapa tokoh perwakilan massa melakukan audiensi di dalam Mapolresta, massa pun kembali berorasi. Selang beberapa menit sekira pukul 16.30 WIB massa mulai membubarkan diri.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.