6 Mei PSBB Kota Banjar, Siapkan Posko & Dapur Umum

524
0
PERSIAPAN. Polres Banjar terus mematangkan persiapan, termasuk rekayasa lalu lintas jelang pemberlakuan PSBB di Kota Banjar, Minggu (3/5). CECEP HERDI / RADAR TASIKMALAYA
PERSIAPAN. Polres Banjar terus mematangkan persiapan, termasuk rekayasa lalu lintas jelang pemberlakuan PSBB di Kota Banjar, Minggu (3/5). CECEP HERDI / RADAR TASIKMALAYA

BANJAR – Jelang penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) seluruh wilayah di Provinsi Jawa Barat, Polres Banjar terus melakukan persiapan untuk melaksanakan kebijakan tersebut. Sehingga PSBB ini bisa menekan laju penyebaran Covid-19.

Wakapolres Banjar Kompol Ade Najmulloh mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai kesiapan sejak jauh-jauh hari untuk penerapan PSBB.

Termasuk sudah melaksanakan latihan atau simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) berupa latihan dalam bentuk Tactical Floor Game (TFG).

Latihan itu awalnya digelar dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 di Kota Banjar serta mencegah, menangani dan menanggulangi segala bentuk kontijensi akibat pandemi.

Kemudian, kata dia, dilakukan juga simulasi rekayasa penyekatan arus lalu lintas di seluruh penjuru Kota Banjar, kemudian pembatasan kerumunan massa dan segala bentuk kegiatan sosial serta menyelenggarakan dapur umum yang terintegrasi.

“Pelaksanaan simulasi dilaksanakan di lantai III Gedung Samsat Kota Banjar Jalan Gerilia Pamongkoran Kota Banjar. Saat itu dihadiri oleh wali kota dan wakil wali kota Banjar, ketua DPRD,  kapolres, dandim dan perwakilan tokoh masyarakat serta semua instansi yang terkait dalam Gugus Tugas Covid-19 Kota Banjar,” ujarnya, menjelaskan.

Loading...

Baca Juga : Siswa SMA di Kota Banjar Dilarang Rayakan Kelulusan

Lanjut dia, kesiapan Polres Banjar juga telah melakukan edukasi kepada seluruh masyarakat dengan melibatkan Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) Polres Banjar, Polsek jajaran dan melibatkan juga Personel Bhabinkamtibmas di seluruh desa dan kelurahan yang ada di Kota Banjar.

“Gugus tugas harus merealisasikan simulasi sebagai tindak lanjut TFG yang telah dilaksanakan oleh Polres Banjar dalam bentuk latihan basah. Yaitu berupa peragaan sebenarnya di lapangan dengan melibatkan keterpaduan semua unsur yang terlibat dalam Gugus Tugas Covid-19 Kota Banjar,” katanya.

Jelang PSBB, kata dia, Tim Gugus Tugas juga harus membentuk pasukan patroli berskala besar yang setiap harinya bergerak melakukan pembubaran kerumunan massa di setiap tempat keramaian.

Kemudian membuat dan memasang spanduk atau banner imbauan untuk tetap di rumah saja, tetap menjaga jarak, menghindari kerumunan, memakai masker dan rajin cuci tangan dengan sabun.

Serta untuk mentaati semua peraturan pemerintah terkait penanganan Covid-19.

“Semua upaya ini tidak akan berhasil bila tak ada keterpaduan semua unsur. Karena tidak bisa dilaksanakan salah satu pihak saja, karena merupakan suatu sistem yang harus melibatkan semua unsur dengan menghilangkan ego sektoral dan memperkuat koordinasi dalam setiap tahapan,” ujarnya, menyarankan.

Menurutnya, Gugus Tugas juga harus melakukan sosialisasi secara masif dan jelas kepada masyarakat terkait PSBB, sehingga ketika pelaksanaannya semua bisa memahami dan mentaatinya.

Kemudian harus menambah posko penyekatan yang bisa masuk ke wilayah Banjar, sehingga benar-benar semuanya bisa terpantau dengan baik.

“Termasuk harus direncanakan juga dalam pembangunan dapur umum yang terintegrasi serta membentuk tim pengawas dan evaluasi,” katanya, menjelaskan.

“Mudah-mudahan segala upaya dalam rangka memutus mata rantai penularan virus corona semoga cepat berhasil. Sehingga kehidupan masyarakat cepat pulih kembali,” harapnya.

Wakil Wali Kota Banjar Nana Suryana mengatakan, berbagai persiapan menjelang PSBB terus diupayakan dan ditempuh sambil menunggu juklak dan juknis dari gubernur terkait pelaksanaannya.

“Kita terus melakukan persiapan yang matang sambil menunggu perkembangan lebih lanjut dari gubernur,” katanya.

Baca Juga : Travel & Bus Dipaksa Balik Arah di Perbatasan Kota Banjar

Pemerhati Pemerintah Kota Banjar Sidik Firmadi meminta pemerintah menyiapkan materi sosialisasi supaya tepat dan efektif, sehingga bisa mudah dimengerti oleh masyarakat.

Karena salah satu kunci PSBB berhasil adalah dari ketepatan sosialisasi kepada masyarakat.

“Tidak kalah pentingnya juga, pemerintah harus menjelaskan jaminan bantuan bagi masyarakat yang terdampak Covid-19 agar mereka merasa tenang dan patuh dalam menaati pelaksanaan PSBB,” katanya. (cep)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.