6 Mei PSBB Kota Tasik, Hanya Pembatasan Jam Operasional & Penegakan Hukum

22969
23

TASIK – Pembatasan Sosial Berskala besar (PSBB) di Kota Tasikmalaya dimulai Rabu (6/5). Salah satu poin pembatasan yang dilakukan yakni jam operasional aktivitas usaha.

Sekda Kota Tasikmalaya Drs H Ivan Dicksan mengatakan Kota Tasikmalaya sudah menyiapkan teknis pelaksanaan PSBB.

Sehingga tanggal 6 Mei nanti, PSBB sudah bisa dilaksanakan di Kota Resik. “Iya sesuai dari usulan provinsi, tanggal 6 kita laksanakan PSBB,” ungkapnya kepada Radar, Minggu (3/6).

Baca juga : Puluhan Ribu Sembako Terus-terusan Dibagikan ke Warga Kabupaten Tasik Oleh Keluarga Ini..

Secara prinsip, kata Ivan, PSBB ini tidak akan banyak perubahan dengan pshycal distancing yang sebelumnya sudah diterapkan. Hanya penindakannya akan lebih ketat dan tegas ketika PSBB diberlakukan.

“Beberapa sudah dilaksanakan seperti proses belajar di rumah, penggunaan masker dan penerapan protokol kesehatan di berbagai ruang aktivitas warga,” tuturnya.

Loading...

Disinggung soal aktivitas usaha, Ivan menyebutkan hal itu masih tetap diperbolehkan.

Untuk masing-masing aktivitas perdagangan punya jam operasional yang berbeda-beda. “Tidak ditutup, tapi jam operasionalnya dibatasi,” katanya.

Untuk kegiatan sosial dan budaya, proses khitan, pernikahan masih diperbolehkan dengan menerapkan pshycal distancing. Khusus pernikahan harus dilakukan di KUA dan tidak menyelenggarakan resepsi.

Pembatasan juga berlaku pada aktivitas sarana transportasi umum, baik sepeda motor maupun mobil. Dimana jumlah penumpang dibatasi supaya penerapan pshycal distancing bisa diterapkan.

Sampai kemarin, kata H Ivan, pihaknya masih menyusun teknis PSBB itu ke dalam sebuah Perwalkot. Sesegera mungkin berkasnya akan diselesaikan dan ditandatangani. “Sedang kita persiapkan Perwalkotnya,” tutur Ivan.

Pemberlakuan PSBB ini, jelas Ivan, hanya selama 14 hari, maka dari itu, Pemkot meminta masyarakat memaklumi dan paham dengan situasi saat ini.

Yakni untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. “Kami minta masyarakat bisa menaatinya, untuk kepentingan semua,” terangnya.

Meskipun tidak ada larangan mutlak, sambung Ivan, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di luar rumah. Selama 14 hari tersebut, lebih baik warga tetap berada di dalam rumah masing-masing.

“Gunakan masker bila terpaksa keluar rumah, dan jangan lama-lama,” katanya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Muslim MSI mengaku pihaknya tidak pernah dilibatkan untuk urusan PSBB.

Padahal kebijakan tersebut, berdampak langsung kepada kondisi masyarakat. “Eloknya libatkan unsur pimpinan di DPRD baik komisi maupun fraksi, karena ini berkaitan dengan masyarakat dan politik penganggaran,” terangnya.

Terlepas dari itu, Muslim hanya berharap masyarakat tidak sampai panik. Begitu juga sikap pemerintah yang harus bisa menjaga warga supaya tetap tenang menghadapi PSBB. “Jangan sampai ada upaya menakut-nakuti warga,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua II PC PMII Kota Tasikmalaya Asep Kustiana menilai PSBB tidak dipungkiri akan menghambat roda perekonomian di masyarakat.

Pasalnya, operasional ruang usaha atau pebisnis semakin dibatasi. “Maka dari itu, pemerintah harus menganalisa efek domino terutama soal ketersediaan kebutuhan masyarakat,” terangnya.

Berdasarkan Permenkes Nomor 9 tahun 2020 tentang pedoman PSBB, pada pasal 9 ayat 2 diterangkan PSBB harus berdasarkan pertimbangan kesiapan daerah.

Di antaranya anggaran untuk operasional sarana kesehatan, dan jaring pengaman sosial bagi masyarakat terdampak.

“Kami harap mekanisme sesuai Permenkes bisa dilaksanakan sehingga penerapan PSBB tidak setengah-setengah,” katanya.

Jika sampai pemberlakuan PSBB tidak maksimal atau mekanismenya tak ditempuh secara benar, dikhawatirkan malah jadi bumerang.

Efeknya wabah Covid-19 ini terus berlangsung lebih lama. “Semakin lama virus ini mewabah, maka perekonomian semakin buruk,” pungkasnya.

(rangga jatnika)

Loading...
loading...

23 KOMENTAR

  1. Kudu yakin ka Allah nu ngatur, nu mulai malik urang sadaya. Syukur pemimpin urang aya tarekah, mugi sukses pa wali dan jajarannya. Semoga corona cepet berlalu, rakyat kembali tenang usaha. Aamin

    • Intinya harus bertanggung jawab buat rakyat kecil selama pademi wabah virus Corona yg di PSBB kan
      Yg tdk bekerja,dan kerja serabutan harap anda bantuan dari walikota Tasik atau Jokowi Dodo 🙏

  2. Nu pentingmh pemerintah tiasa nanggung kana sagala kbutuhan warga masarakatna,
    ..kedah ay keseimbangan ulh nerapken aturana hungkul tp kedah sareung bantuana… Tos we cekap

  3. Pemerintah juga harus pikirkan efeknya masyarakat kecil ga bisa makan kalau ga bekerja…yg punya gaji bulan sih enak yaa wong cilik makan apa

  4. Tah Kieu mah janten aya solusi kanggo pamararentah.kanggo Warga masyarakat oge tetep tiasa ngajalankeun aktivitas. Hatur nuhun kana kebijakan nana pak.

  5. PSBB ngalieurkeun jelema leutik.nu bogs gajih mah enak.nu dagang mah ka cekek.kudu aya solusi na.ari aturan teh..bapa bapa nu di luhur cik dengekeun jeritan hate rakyat leutik.pa wali kota mana bantuan teh can aya wae. Sy geuring tepi teu bisa berobat gara 2 euweuh duit kusabab psbb.sok kudu tanggung jawab saya keur geuring teu bisa berobat.kudu di kuret ge teu bisa.bapa wali kota mana tanggung jawabna.saya keur butuh dana jang berobat.

  6. DPRD ulah Kedah teuing di geuing kangge di libatken da di heunteu heunteu Oge panginten Kedah terlibat.. Ari rumaos janten wakil rakyat mah.. sok anyomi rakyat da panginten kapungkur Oge di pilih ku rakyat

  7. Betul,jangan setengah-setengah sekalian lock down aja,jangan cari yang gampangnya,giliran kebutuhan rakyat siapa yang nanggung,data dong beri makan dong jangan cuma bisa membatasi aja,kita juga harus makan,

  8. Di depan SD Citapen ngabuburit mani padat. Di Jalan Mashudi padat Pemotor. Mangga pa polisi dan pa Pol pp na ulah calik wae. gebahan pa. Wilujeng sasih saum

  9. Nu intina mah ..tolong masyarakat tasik.hilangkein heula budaya konsumtif na..terutama memenuhi kebutuhan anu sanes poko..ngabelaan pagelek gelek di super market .ngan saukur meser anggoan kanggo lebaran…ita kedah hati hati..jadi saolah olah teu aya resiko coviy eh..damang we…da ngabelaan kagindingan.diri na.menghadapi lebaran…ulah ari kanggo idi perut .sok malah nyindir ka pamarentah..protes soal bantua nu teu cukup ..janten inti na..kedah.emut kana hal ieu nubakal janten nyangsarakeun sadaya warga tadik tina covit

  10. Saya beralamatkan di ciamis, tapi pekerjaan saya d tasikmalaya dan setiap hari berangkat di antar dan pulanh dijemput .. Apakah bisa saya berangkat bekerja diantar oleh calon suami atau adik saya?? Mohong infonya.. Makasih

  11. Mung di dataan KK na hungkul bantosan mah sakedik ge can aya perhatiana eung mang,kuring gs lbh sasasih PT tutup te gawe iyeuh euy,mana puasa lbh bemgkak kebutuhan hdp,mana te bs usaha dei,kuring hrp ge brtahan jual jaar barang2 nu aya iye ker nyambung hrp teh,cik sing ngartos negara teh,weh bantuana nyien kabijakana teh atuh..dadanguan mh di tmpt sy ge nu kenging bantosan teh mung sa RW hiji,busyeet nu kena dmpk aturan teh kabeh mang ngarti te,boh kulina jiga kuring,bos2na ge sarua..han bedana bos2 mh msh kuat simpenana beda jeng kuring jujualan barang we nu aya sajadina kango makan ge..NGARTI TEU DOT COM pusing anak leweh hyng jajan mh..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.