6 Perawat Diduga Positif Corona, Akses RSUD Kota Tasik Ditutup

6556
1
DITUTUP. Manajemen RSUD dr Soekardjo menutup akses masuk untuk masyarakat yang akan membesuk pasien. RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA

TASIK – Efek dari ditemukannya enam perawat yang positif Covid-19 di RSUD dr Soekardjo membuat akses rumah sakit milik plat merah itu kembali ditutup. Jam besuk untuk pasien sementara waktu ditiadakan.

Wadir Umum RSUD dr Soekardjo, H Deni Diyana mengatakan pihaknya sudah melakukan penyemprotan desinfektan di lingkungan rumah sakit.

Baca juga : 6 Perawat Diduga Positif Covid-19, RSUD Kota Tasik Tetap Beroperasi

Hal ini sebagai antisipasi adanya bekas virus corona yang menempel. “Supaya kembali steril lagi, kita sudah lakukan penyemprotan,” ujarnya kepada Radar, Jumat (10/7).

Kasus ini, kata Deni, menjadi evaluasi bagi petugas di RSUD, supaya lebih ketat dalam melaksanakan protokol kesehatan. Karena besar kemungkinan perawat yang disinyalir positif tertular dari saat penanganan pasien Covid-19. “Kita tidak tahu pasti, tapi mereka kan melakukan kontak langsung dengan pasien jadi bisa jadi dari situ,” tuturnya.

Pihaknya juga menghapuskan kembali jam besuk untuk keluarga pasien.

Kondisi ini serupa dengan saat awal wabah Covid-19 muncul di Kota Tasikmalaya. “Hanya keluarga yang menunggu saja, yang besuk kami larang,” tuturnya.

Namun demikian, semua jenis pelayanan di rumah sakit tetap dibuka. Karena pihaknya pun tidak fokus hanya menangani Covid-19 saja. “Kalau layanan IGD, poli dan yang lainnya tetap berjalan,” katanya.

Diisolasinya sebagian perawat membuat petugas isolasi otomatis berkurang. Untuk itu, Kepala Seksi Asuhan Dan Penunjang Pelayanan Keperawatan RSUD dr Soekardjo H Dudang Erawan Suseno menjelaskan pihaknya langsung melakukan perubahan formasi.

“Tadinya kan ada tiga tim, sekarang kita buat jadi dua tim yang bekerja bergantian setiap 15 hari,” terangnya.

Dengan demikian, penanganan di ruang isolasi tetap bisa terlaksana dengan baik.

Pihaknya memastikan berkurangnya petugas tidak menjadi kendala berarti dalam pelayanan terhadap pasien Covid-19. “Kualitas pelayanan tetap kita jaga,” katanya.

Pria yang juga ketua PPNI RSUD dr Soekardjo tersebut pun mengungkapkan bahwa kasus ini merupakan bukti risiko untuk para medis di ruang isolasi, bukan sekadar isapan jempol.

Pihaknya berharap hal serupa tidak terulang ke depannya. “Kami berharap semua perawat yang ditugaskan di ruang isolasi diberikan keselamatan,” tuturnya.

PPNI juga rencananya akan memberikan santunan kepada enam perawat yang saat ini diisolasi. Diharapkan bisa menjadi motivasi dan pelipur lara di kala insentif yang tak kunjung diterima.

“Kami akan berikan bantuan untuk mereka, bentuk bantuannya kita lihat nanti,” katanya.

Sementara itu, data Gugus Tugas sampai hari Jumat 10 Juli 2020 belum berubah. Data enam perawat RSUD dr Soekardjo tersebut belum dicantumkan sebagai pasien positif Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr Uus Supangat menyebutkan pihaknya belum menerima dokumen resmi dari laboratorium Provinsi Jawa Barat.

Maka dari itu, data jumlah pasien Covid-19 belum bertambah. “Kita lihat besok (hari ini, Red), mudah-mudahan sudah ada hasil resminya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Uus mengakui bahwa pihaknya mengisolasi enam orang perawat sejak Rabu petang (8/7). Hal ini berawal dari pemeriksaan swab test kepada para tenaga medis beberapa hari sebelumnya.

“Kita kan rutin mengecek untuk memastikan kondisi teman-teman (perawat),” ungkapnya kepada Radar, kemarin.

Hari Rabu (8/7) pihaknya mendapat informasi ada enam orang yang terkonfirmasi positif. Namun hal itu baru sebatas informasi dari laboratorium.

“Laporan fisiknya belum sampai jadi kami belum bisa memastikan, mudah-mudahan besok (hari ini, Red) atau lusa sudah kami terima,” terangnya.

Sebagai antisipasi, kata Uus, pihaknya mengumpulkan keenam petugas dan melakukan isolasi untuk mereka. Hal ini sebagai antisipasi jika mereka benar-benar positif Covid-19.

“Meskipun belum pasti, kita ambil langkah preventif dengan melakukan isolasi kepada mereka,” ujarnya.

Pihaknya sudah melakukan pengambilan swab test kedua dari para perawat tersebut. Hal ini sebagai prosedur penanganan pasien yang terkonfirmasi positif corona.

“Kami juga sudah lakukan tes cepat (Rapid Test), dan hasilnya negatif,” katanya.

Disinggung enam perawat tersebut pernah memberikan pelayanan di rumah sakit, dia menyangkal. Pasalnya, mereka merupakan petugas khusus di ruang isolasi.

Baca juga : Seniman Tasik Tetap Produktif di Tengah Pandemi Corona

“Jadi aktivitas mereka fokus di isolasi (pasien Covid-19, Red),” katanya.

Soal dari mana mereka bisa tertular, itu pun perlu dia telusuri lebih jauh. Pihaknya berharap mereka tidak menularkan virus tersebut kepada orang lain. “Dan mudah-mudahan infonya tidak valid dan mereka negatif Covid-19,” katanya. (rga)

Berikut video deklarasi KH Asep Maoshul yang akan mencalonkan diri jadi Bupati Tasikmalaya :

 

Loading...
loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.