6 Sekolah di Garut Sudah Belajar Tatap Muka

36
0
Loading...

GARUT KOTA – Beberapa SMA dan SMK di Kabupaten Garut sudah melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) mulai Senin 11 Januari 2021 lalu.

“Sudah ada enam sekolah SMA dan SMK yang melaksanakan sekolah tatap muka, semuanya di Garut Selatan,” ungkap Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Provinsi Jawa Barat wilayah Garut Asep Sudarsono di kantornya, Rabu (13/01).

Asep mengatakan sekolah yang sudah menyelenggarakan tatap muka itu adalah yang sudah memenuhi ketentuan adaptasi kebiasaan baru (AKB) Jawa Barat.

Sekolah yang bersangkutan sudah dinyatakan siap sesuai kriteria penerapan protokol kesehatan, dengan sarana cuci tangan, tersedianya masker dan yang lainnya.

Baca juga : Kapolsek Ciawi Tasik Turun Tangan Makamkan Jenazah Covid-19

Loading...

“Pada Agustus (2020) lalu, kita memberikan izin untuk 15 sekolah. Sekarang ada aturan baru, yang diizinkan baru enam sekolah. Keenam sekolah ini datanya sudah ada di sistem AKB Jabar, yang lain baru mengajukan, seperti SMKN 1, SMKN2,” tuturya.

Keenam sekolah yang sudah menjalankan belajar tatap muka itu yakni SMAN 12, SMAN 20, SMAN 22 dan SMAN 30, SMKN 11, SMKN 12 dan SMKN 13 Garut ditambah SMK Islamic Pakenjeng dan SMK Gunungnagara. Asep menambahkan untuk penyelenggaraan sekolah tatap muka syarat lainnya harus ada surat izin orang tua.

“Kalau tidak ada izin orang tua, kita tidak bisa memaksa. Jika sekolah tatap muka ini diberlakukan, hanya boleh diikuti oleh 50 persen dari jumlah kelas. Jika jumlah siswa rata rata 36 orang, maka belajar tatap muka hanya boleh diikuti oleh 18 siswa,” jelasnya.

Ada pun lama jam belajar sekolah tatap muka di masa Pandemi Covid 19 hanya empat jam. Sedangkan kurikulum yang bisa digunakan ada dua, yakni kurikulim khusus masa Pandemi Covid 19 dan kurikulum tahun 2013 yang esensial (tidak semua mata pelajaran).

“Kurtilas yang esensial ini hanya mengajarkan mata pelajaran tertentu, tidak semuanya. Seperti pelajaran olahraga, tidak bisa tatap muka, karena kan tidak bisa jaga jarak. Contoh basket, main basket itu tidak bisa jaga jarak, karena untuk menghalangi lawan pasti ada kontak badan. Tapi pelajaran yang lainnya bukan tidak ada pembelajaran, tapi cukup belajar daring,” terangnya.

Asep menyebutkan dalam SKB empat menteri tidak dibahas soal zona untuk penyelenggaraan sekolah tatap muka itu.

“Jadi zona merah juga bisa, tinggal koordinasi dengan Satgas Covid 19 di daerah,” paparnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.