6 Wilayah di Garut Berlakukan PSBM 2 Minggu, Efektif Tekan Penularan Covid-19

136
0

TAROGONG KIDUL. Pemerintah Kabupaten Garut akan terus menerapkan pembatasan sosial berskala mikro (PSBM) bagi daerah yang diketahui terdapat masyarakat yang positif Covid-19.

Hal ini dilakukan, sebagai upaya dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Garut. “Kita terapkan PSBM ini ke wilayah yang ditemukan kasus positif banyak dan tidak jelas kontak eratnya dari mana,” ujar Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman kepada wartawan, Jumat (25/9).

Baca juga : Kejari Garut Bakal Selidiki Pemotongan Bantuan untuk Pontren & Madrasah

Menurut dia, sejumlah daerah di enam kecamatan, yang sudah diberlakukan PSBM, karena adanya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang cukup banyak, dan juga tidak terdeteksi riwayat kontak fisiknya.

“Kita juga menetapkan masa darurat, dua minggu minimal diberlakukan darurat, dan memang harus lebih waspada,” katanya. Ia menyampaikan, situasi darurat saat ini masih banyak ditemukan kasus warga terkonfirmasi positif Covid-19, salah satunya di Kecamatan Leles.

Namun wilayah Leles itu, kata dia, tidak diberlakukan PSBM karena kasusnya tersebar, dan diketahui riwayat kontak fisik pasien tersebut, sehingga bisa langsung dilakukan pemeriksaan kesehatan dengan cara tes swab.

“Jadi tidak semua yang ada positif dilakukan PSBM, kontak eratnya hanya satu, dua, tiga, empat, lima, hanya itu saja yang kontak eratnya dikejar,” terangnya.

Selain menerapkan PSBM, Helmi menerangkan, pihaknya juga saat ini sudah kembali memberlakukan work from home (WFH) dan work from office (WFO) untuk aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemda Garut.

“Sekarang 75 persen PNS sudah WFH dan sisanya WFO, itu untuk ASN yang bekerja di daerah zona hijau dan kuning. Kalau merah, otomatis WFH,” ujarnya.

Penerapan sistem kerja ini, kata dia, sebagai upaya dalam meminimalisir adanya penyebaran virus corona di lingkungan kantor. “Kami tidak ingin ada klaster perkantoran. Jadi kita terapkan sistem kerja ini,” terangnya.

Helmi memastikan, meski hanya 25 persen pegawai yang bekerja di kantor, namun pelayanan terhadap publik tetap berjalan normal. Karena dilakukan pengecualian bagi kantor yang melaksanakan pelayanan langsung, seperti halnya untuk kebersihan dan pengangkutan sampah.

Baca juga : Petugas Kebersihan Garut Terima 500 Paket Sembako

Ia mengimbau, seluruh elemen masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, rajin cuci tangan agar terhindar dari penularan wabah Covid-19.

“Tetap kami imbau selalu jaga kesehatan, dan tetap mematuhi protokol kesehatan,” paparnya. (yna)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.