Setiap Tahun, 57.000 Orang Meninggal Akibat Merokok

60 Juta Orang Perokok Aktif

50
0
KAWASAN TANPA ROKOK. Sosialisasi Penerapan Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di aula lantai atas Pemkab Ciamis Kamis (28/11). Tahun depan, DPRD Ciamis akan membahas Perda KTR. IMAN S RAHMAN / RADAR TASIKMALAYA

CIAMIS – Perokok aktif di Indonesia saat ini mencapai 60 juta jiwa. Sebanyak 70 persen diantaranya adalah warga miskin. Perokok aktif di Indonesia menempati urutan ketiga terbanyak di dunia.

Asda II Pemkab Ciamis Drs H Oman Rohman menyampaikan sambutan bupati bahwa para perokok aktif itu mayoritas warga miskin. “Mereka tidak mampu secara ekonomi tapi tetap membeli rokok,” ujarnya saat seminar Penerapan Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di aula lantai atas Pemkab Ciamis Kamis (28/11).

Tingkat kematian akibat kebiasaan merokok di Indonesia sudah mencapai 57.000 setiap tahun. Badan Kesehatan Dunia, WHO, memprediksi di tahun 2030 tingkat kematian dunia akibat penggunaan rokok mencapai 80 juta orang. “Oleh karena itu saya sangat mendukung Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kabupaten Ciamis,” ujarnya.

Sesuai Undang-Undang No 36 tahun 2019 Tentang Kesehatan bahwa pemerintah daerah wajib menetapkan kawasan tanpa rokok (KTR) di wilayahnya.

“Masyarakat harus diberikan peringatan dan juga pemahaman penuh tidak merokok seenaknya saja,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Ciamis Andang Irfan S mengatakan sampai saat ini Ciamis memang belum memiliki Peraturan Daerah KTR. Perda KTR, kata dia, masuk dalam 18 Raperda yang akan dibahas dan ditetapkan pada tahun 2020.

“Pembahasan akan dilaksanakan pada tahun 2020, tentunya kami DPRD akan mendorong un­tuk terwujudnya Perda KTR,” tegasnya.

Ketua Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Kabupaten Ciamis Dr H Yat Rospia Brata MSi, melalui Ketua Tim Penyusunan Naskah Akademik KTR Kabupaten Ciamis Dr Ida Farida SH MH, bersyukur rencana penerbitan Perda KTR mendapatkan dukungan dari banyak pihak. “Kami akan optimis (Perda KTR) bisa terwujud di Ciamis,” ujarnya.

Dengan Perda KTR, kata dia, merokok tidak lagi di sembarang tempat, karena nanti ada tempatnya dan peraturannya,” jelas Wakil Rektor III Unigal Ciamis ini.

Direktur RSUD Ciamis dr Yoyo MMKes menjelaskan kebanyakan penyebab kematian, bukan dari penyakit menular. Namun kebanyakan justru dari penyakit yang tidak menular. Diantaranya, serangan jantung, kanker dan salah satu pemicunya dari rokok. Termasuk rokok elektrik.

Dia pun mendukung rencana penerbitan Perda KTR di Ciamis. Karena, Perda KTR akan membatasi atau mengatur tempat-tempat yang boleh untuk orang merokok. “Agar yang tidak merokok tidak terpapar langsung oleh yang merokok, karena jauh berbahaya orang yang tidak merokok,” ujarnya.

Koordinator Proyek KTR WHO Hj Nina Mardiana mengaku pihak­nya secara bertahap dan gigih mendorong Perda KTR di Ciamis, karena sebagai pituin Ciamis merasa terpanggil merealisasikan Perda KTR.

“Berikan juga kesempatan untuk semua bisa menghirup udara segar tanpa paparan asap rokok menuju Ciamis sehat dan bermartabat,” ujarnya. (isr)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.