60 Pemudik ke Pangandaran Diisolasi di Ruang Sekolah

331
0
RUANG ISOLASI. Pemerintah Desa Ciliang menempatkan ruang isolasi khusus pemudik di salah satu sekolah dasar (SD), Jumat (1/5).
RUANG ISOLASI. Pemerintah Desa Ciliang menempatkan ruang isolasi khusus pemudik di salah satu sekolah dasar (SD), Jumat (1/5).

PANGANDARAN – Pemerintah Kabupaten Pangandaran sudah memberlakukan wajib isolasi di tempat khusus bagi para pemudik yang baru datang, khususnya dari daerah zona merah penyebaran Covid-19.

Sejak diberlakukan pada Kamis (30/4), tercatat ada 60 warga yang baru datang ke Kabupaten Pangandaran dan langsung diisolasi khusus di bangunan sekolah yang sudah disediakan. Langkah tersebut diambil untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata mengatakan, sebanyak 60 pemudik yang baru datang langsung ditempatkan ke bangunan sekolah untuk isolasi.

Hal tersebut dilakukan untuk antisipasi gelombang pemudik, mengingat di kota-kota besar sudah memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang menimbulkan masyarakat perantau pulang ke daerahnya masing-masing.

“Sekarang sudah ada 60 orang yang melakukan isolasi khusus di sekolah dan memakai gelang isolasi sebagai tanda. Nanti di sana (sekolah, Red) selama 14 hari ke depan dengan dilakukan pemantauan oleh tim, baik dari kesehatan dan lainnya,” katanya kepada Radar, Jumat (1/5).

Baca Juga : Pemudik ke Pangandaran Wajib Isolasi, 93 Lokasi Karantina Sudah Siap

Sementara itu, kata Jeje, untuk isolasi mandiri di rumah masing-masing harus memenuhi kriteria tertentu, termasuk perizinan dari musyawarah pimpinan kecamatan (muspika), mulai dari koramil, polsek, kecamatan dan desa.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran Nana Ruhena menjelaskan, pemudik yang sudah melakukan isolasi khusus di tempat yang sudah disediakan harus benar-benar disiplin selama 14 hari ke depan.

“Karena kalau tidak disiplin sampai tuntas, harus dimulai lagi dari awal,” katanya, menjelaskan.

Saat ini, kata dia, memang semuanya diwajibkan untuk isolasi khusus di bangunan sekolah. Namun, tetap ada pengecualian tertentu untuk isolasi mandiri di rumahnya masing-masing, itu pun dengan catatan dan persyaratan khusus.

“Yang bisa isolasi mandiri di rumahnya masing-masing adalah ibu hamil atau mempunyai bayi, sehingga tetap terjamin kesehatannya berada di rumahnya sendiri,” ujarnya.

Baca Juga : 2 Pasien PDP di Pangandaran Sembuh

Kemudian, kata dia, isolasi mandiri hanya bersifat darurat. Kemudian, rumah yang akan ditempatinya harus kosong dan wajib mendapatkan izin dari RT, RW, Babinsa, Babinkamtibmas, Binwil Desa, Camat, Danramil dan Kapolsek.

Asisten Daerah III Kabupaten Pangandaran Drs Suheryana menambahkan, saat ini pemerintah daerah fokus dalam menyiapkan isolasi khusus untuk pemudik selama 14 hari di sekolah.

Oleh karena itu, semua stakeholder harus bekerja sama dalam menyukseskan program tersebut. Sehingga dapat menekan wabah Covid-19 di Pangandaran.

“Fokus kita untuk memberikan bantuan makan dan penyediaan fasilitas kasur serta penyem­protan disinfektan di sekolah agar steril dari virus corona,” katanya. (riz)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.