600 Hektare Lahan Alami Kekeringan

22
0
Beni Yoga

TAROGONG KIDUL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut merencanakan program bantuan untuk petani yang merugi karena areal pertaniannya dilanda kekeringan. Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut Beni Yoga.

“Kita sudah melakukan diskusi. Rencananya bantuan yang akan diberikan berupa benih dan diberikan setelah mulai awal tanam,” ujarnya saat dihubungi Rakyat Garut, Minggu (7/7).

Beni menerangkan musim kemarau sudah terjadi dua bulan terakhir. Akibatnya, sumber air maupun irigasi tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan air untuk lahan pertanian.

Berdasarkan prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kata dia, musim kemarau akan terjadi sampai dua bulan ke depan. “Prediksi BMKG seperti itu, dua bulan ke depan petani akan kesulitan mendapatkan pasokan air,” terangnya.

Ia menyebutkan akibat musim kemarau, sekitar 600 sampai 700 hektare lahan sawah kekeringan ringan, sedang dan berat. Hasil peninjauannya, seluas 153 hektare lahan pertanian sudah dilanda kekeringan berat.

“Kalau tidak terairi dua minggu ke depan mungkin akan puso,” terangnya.

Dinas Pertanian Garut, kata dia, terus melakukan berbagai upaya. Di antaranya melakukan gerakan menyelamatkan lahan pertanian agar bisa panen, kemudian pompanisasi untuk mengairi daerah yang dilanda kekeringan. Selanjutnya, melakukan gerakan pembuatan sumur dangkal, sekaligus menerjunkan petugas untuk memberantas hama yang bisa saja muncul pada musim kemarau.

Camat Diminta Siaga

Dalam wawancara sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut H Deni Suherlan meminta seluruh camat di Garut bersiaga menghadapi ancaman kemarau. “Sudah kami instruksikan, seluruh camat harus melaporkan kondisi wilayahnya yang terkena dampak kemarau,” terangnya Sabtu (6/7).

Pihaknya juga sudah menginstruksikan seluruh camat untuk berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Intan. “Untuk suplai air bersih ke daerah yang krisis air, BPBD dan PDAM siap menyuplai kebutuhan air bersih bagi masyarakat,” ucapnya.

Dia menerangkan, berkaca dari musim kemarau sebelumnya, hampir semua wilayah di Garut Utara, Garut Kota dan Garut Selatan mengalami krisis air bersih. “Setiap tahun krisis air bersih pada musim kemarau kerap terjadi di beberapa daerah. Jadi kami selalu antisipasi,” katanya. (yna)

600 Hektare Lahan Alami Kekeringan

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.