Harus Langsung Tancap Gas

214
0

TONGKAT komando Badan Narkotika Nasional (BNN) telah dialihkan. Dari Komjen Budi Waseso yang memasuki masa pensiun ke Irjen Heru Winarko. Kini, tinggal ditunggu gebrakan Heru. Mantan deputi penindakan KPK itu harus segera tancap gas karena gigantiknya problem narkotika di Indonesia.

Sepanjang tahun lalu saja, BNN tercatat melakukan pengungkapan 46.537 kasus narkoba. Khusus sabu, kalau pada 2016 yang berhasil diungkap mencapai 3,4 ton, pada 2017 meningkat menjadi 4,71 ton. Adapun di 2018 yang baru berusia dua bulan, setidaknya sudah ada dua penyelundupan sabu dalam jumlah jumbo yang berhasil digagalkan di perairan Kepulauan Riau dalam waktu berdekatan pada Februari lalu. Masing-masing berjumlah 1,3 dan 1,8 ton.

Di satu sisi, deretan keberhasilan tersebut tentu saja melegakan. Artinya, aparat kita telah bekerja sangat keras untuk mencegah masuknya barang haram itu.

Tapi, di sisi lain juga mengkhawatirkan. Ternyata, narkoba dalam jumlah yang sangat besar terus mengincar Indonesia sebagai pasar. Dan, dengan pintu masuk yang terbentang mulai Sabang sampai Merauke, semua tahu betapa tak mudahnya melakukan pengawasan. Dibutuhkan tenaga dan biaya ekstra.

Padahal, kita tahu, untuk kucuran biaya, tak selalu seperti yang diharapkan BNN dan semua instansi yang terlibat dalam Perang Badar melawan narkoba. Sedangkan yang dihadapi adalah para bandar dengan kekuatan finansial tak bertepi.

Di sinilah tantangan besar Irjen Heru Winarko berada. Bagaimana dengan segala keterbatasan itu, lembaga yang dipimpinnya tetap bisa bekerja optimal.

Budi Waseso (Buwas), kita tahu, telah bekerja keras untuk menegakkan wibawa BNN selama kepemimpinannya. Karenanya, kita juga berharap, dengan latar belakangnya di KPK, lembaga hukum yang marwahnya juga masih terjaga, Heru bisa meneruskan atau bahkan meningkatkan kinerja pendahulunya tersebut.

Kerja sama dengan instansi lain harus terus di-uri-uri. Sebab, itu adalah salah satu cara efektif untuk menyiasati keterbatasan, tenaga, biaya, dan fasilitas. Selain itu, kedisiplinan dan harmonisasi internal tentu tak boleh diabaikan.

Bukan tugas yang mudah, memang. Tapi, untuk itulah Heru dipilih. Presiden Joko Widodo menganggapnya mampu mengatasi semua tantangan tersebut. Selamat bekerja! (*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.