61.430 Pemudik di Kabupaten Tasik, Pemkab Siapkan 2.000 Alat Rapid Test

119
0
RAPID TEST. Petugas Dinkes Kabupaten Tasik melakukan rapid test kepada petugas medis di Puskesmas Singaparna dan masyarakat sekitar Terminal Singaparna, Senin (18/5).

SINGAPARNA – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mencatat ada 61.430 pemudik sudah tiba di kabupaten jelang Hari Raya Idul Fitri.

Penambahan jumlah pemudik diprediksi terus bertambah setiap harinya dan harus diantisipasi untuk pencegahan penyebaran Covid-19.

Baca juga : Program RTLH Kabupaten Tasik Dihentikan, Ini Kata Warga & Kades

Menyikapi hal tersebut, pemerintah daerah mulai menggencarkan rapid test terhadap petugas medis dan masyarakat atau pemudik yang baru datang.

Asisten Daerah (Asda) I Setda Kabupaten Tasikmalaya Ahmad Muksin SH MH mengatakan, tim gugus tugas bersama Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk melaksanakan pengawasan rapid test petugas medis di puskesmas dan masyarakat khususnya pemudik.

“Sudah kita laksanakan di Singaparna, Manonjaya, Ciawi, Cikatomas dan Bantar­kalong. Yang kita lihat pergerakan mobilisasi pemudiknya di lima wilayah tersebut cukup banyak,” ujarnya kepada Radar di Puskesmas Singaparna, Senin (18/5).

Pelaksanaan rapid test ini, kata dia, selain untuk pemeriksaan juga pemetaan terhadap masyarakat yang mempunyai risiko tertular virus corona, apalagi pemudik dari daerah terpapar Covid-19 banyak yang baru datang.

“Kami sudah menghitung, sudah banyak orang kabupaten mudik pulang ke kabupaten, sampai hari ini ada 61.430 lebih. Kemungkinan sampai H+ lebaran masih banyak. Makanya rentan risiko kita masyarakat bercampur, maka langkah dari pemerintah melaksanakan rapid tes. Kita siapkan sekitar 2.000 alat rapid test dan jika kurang akan bertambah,” papar dia.

Kepala UPT Puskesmas Singaparna Epi Edward Lutpi mengatakan, yang mengikuti rapid test ini ada dua golongan, pertama kelompok para petugas medis di UPT Puskesmas Singaparna dan masyarakat umum di sekitar Kecamatan Singaparna.

“Masyarakat umum yang terindikasi bersentuhan seperti yang mudik, petugas di terminal Singaparna. Dengan rapid test ini bisa memetakan berapa yang berpotensi. Mudah-mudahan bisa mencegah penularan,” paparnya.

Koordinator dan Pengawas Terminal Singaparna Suhendar mengatakan, memang ma­sih ada angkutan elf yang mengangkut penum­pang ke Bandung.

Sementara untuk AKDP dan AKAP dari zona merah sejak dari mulai 24 April hingga sekarang tidak ada.

“Kalau yang berangkat ke Bandung masih ada sebagian, walaupun penumpangnya sedikit. Ada penumpang itu dinamis naik di terminal begitu turun di jalan tidak di terminal karena takut diperiksa. Sementara untuk penumpang statis naik di terminal turun di terminal,” terang dia.

Baca juga : Brigif Raider 13/Galuh Sentuh Warga di Pelosok Kabupaten Tasik, Bagikan Paket Sembako

Aep, salah satu sopir elf yang di rapid test mengaku hasil tesnya negatif. Dia mengaku bersyukur tidak sampai positif, karena sering menarik penumpang ke Bandung.

“Iya tetap menarik dari terminal Singaparna, Leuwipanjang sampai ke Bandung. Ada perbedaan sih, kalau biasanya penuh 10-20 penumpang, sekarang hanya ada tujuh saja,” tutur dia. (dik)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.