Harga Diprediksi Masih Naik

90

BANJAR – Anggota Komisi ll DPRD Kota Banjar Jojo Juarno menilai kenaikan harga cabai rawit merah di pasaran saat ini murni akibat cuaca buruk. Diprediksi harga cabai rawit merah ini akan terus melonjak.

“Tak ada solusi, karena ini murni faktor cuaca. Cabai ini kalau musim hujan busuk, produksinya sedikit. Sementara kebutuhan tetap. Terjadilah penaikan harga,” kata Jojo kepada Radar via telepon Selasa (13/3).

Ketua Fraksi Partai Gerindra ini juga mengaku pasrah dengan keadaan. Ia bahkan memprediksi harga cabai rawit merah akan mengalami kenaikan lagi. “Perkiraan saya harga akan tetap mahal bahkan bisa naik lagi dalam beberapa hari atau pekan ke depan. Harga akan bertahan hingga memasuki bulan puasa,” katanya.

Hanya saja, lanjut dia, pemerintah dalam hal ini Dinas Pertanian harus memiliki program untuk membantu menyetabilkan harga. Dinas harus menjadikan kondisi seperti ini bahan evaluasi. “Cabai rawit merah ini kan semuanya dipasok dari luar daerah. Banjar tidak ada produksi untuk memenuhi pasar. Semua dikirim dari luar kota, terbanyak pemasoknya dari Jawa Tengah. Nah, ini yang harus menjadi evaluasi pemerintah ke depan supaya tahun-tahun yang akan datang kenaikan harga dapat diantisipasi dengan kemampuan produksi cabai lokal,” bebernya.

Lebih detail, menurut dia, Dinas Pertanian harus membuat program bagaimana masyarakat mampu bercocok tanam cabai. Selain itu, pekerjaan rumahnya yakni mengolah kualitas tanah supaya mampu menghasilkan cabai yang bagus. “Saya pribadi sudah mencoba mengolah tanah dan menanam cabai rawit merah ini sebanyak seribu pohon lebih, hasilnya bagus. Kualitas tanah kita cocok untuk tanaman cabai,” katanya.

Kemauan masyarakat dan pemerintah untuk mendongkrak produksi cabai rawit merah harus menjadi perhatian. Sebab, jika cabai lokal sudah mampu memenuhi pasar, maka tidak ada harga mahal lagi. Masyarakat juga tidak akan bergantung pada pembelian cabai ke pasar jika mereka sudah mampu menanam sendiri. “Saya kira itu, pemerintah harus menjadikan ini bahan evaluasi. Karena saat ini hanya komuditas cabai rawit merah saja yang harganya mahal,” ungkapnya. (mg4)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.