Produksi Cabai Lokal Terkendala Lahan

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

BANJAR – Kepala Seksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjar Dede Kuswandi mengatakan produksi cabai rawit merah di Kota Banjar terkendala kurangnya areal lahan. Walaupun dia menilai kualitas tanahnya bagus.

“Untuk tanaman cabai, tanah kita cocok, hasilnya bagus. Karena banyak petani juga di Kecamatan Langensari yang menanam palawija salah satunya cabai, tapi jenis yang ditanamnya cengek cabai rawit hijau,” kata Dede via telepon Rabu malam (14/3).

Di petani lokal, dia mengatakan produksi cabai lokal dalam sebulan bisa mencapai 20 ton, namun bukan jenis cabai rawit yang saat ini harganya hingga Rp 70 ribu per kilogram (kg). “Untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal dan untuk memproduksi cabai rawit merah kita terkendala luas lahan, minimal jika diprogramkan itu harus 25 hektare,” kata dia.

Dalam wawancara sebelumnya, Komisi ll DPRD Kota Banjar Jojo Juarno Kota Banjar mengatakan pasokan cabai rawit merah sekitar 30 ton per bulan. Selama ini pasokan itu didatangkan dari luar daerah. “Dinas harus melihat kondisi mahalnya harga cabai ini menjadi bahan evaluasi, supaya pada tahun-tahun berikutnya ada solusi untuk menekan tingginya harga cabai ini,” katanya. Dinas Pertanian harus membuat program bagaimana masyarakat mampu bercocok tanam cabai. (mg4)

loading...