Butuh Ulama Imbangi Budaya Asing

151
0
MELANTIK. Ketua DPW PUI Jawa Barat Dr Engkos Kosasih (depan mic) bersama Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata melantik pengurus PUI, Kamis (22/3).
Loading...

PARIGI – Pemerintah dan ulama diharapkan bisa bersinergi dengan baik dalam membina dan berdakwah kepada masyarakat. Apalagi Pangandaran memiliki kultur yang unik sebagai daerah wisata.

“Kami pemerintah daerah harus terus berkomunikasi dengan para ulama dalam membuat kebijakan dalam memberikan pelayanan dan membina masyarakat,” ungkap Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata saat menghadiri pelantikan pengurus Persatuan Umat Islam (PUI) Kabupaten Pangandaran, Kamis (22/3).

Menurut Jeje, Pangandaran yang terbuka bagi siapa pun. Baik itu orang maupun luar negeri. Mereka juga membawa budayanya masing-masing. Sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi warga setempat dalam membendung arus budaya. “Tentunya dalam menepis budaya-budaya asing tersebut perlu regulasi dan dakwah. Kami sebagai pemangku kebijakan memerlukan para ulama dalam hal ini,” terangnya.

Jeje mengaku bersyukur di Pangandaran sudah mulai muncul ormas Islam yang siap bergandengan dengan Pemkab Pangandaran. “Sebelumnya ada NU, kemudian PUI. Mudah-mudahan juga bisa bersama dalam membangun Pangandaran supaya lebih baik lagi,” ujarnya.

Saat ini, terang dia, pemkab juga sedang menjalankan program ajengan masuk sekolah jilid dua. Harapannya bisa membina dan menciptakan generasi muda yang lebih baik. “Tentu marwah seorang ajengan juga diperlukan di sekolah-sekolah,” terangnya.

Loading...

Ketua DPW PUI Jawa Barat Dr H Engkos Kosaasih menyebut jika umara dan ulama sudah beda “kamar” maka kehancuran akan terjadi. “Tapi jika bersatu, insyaallah akan maju,” tuturnya.

Ia berharap Pangandaran bisa menjadi prototype bagi semua daerah khususnya di Jawa Barat. Di mana umara dan ulamanya bisa saling mendukung. (den)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.