Beranda Rakyat Garut Banyak Paslon Tak Hadir, MUI Kecewa

Banyak Paslon Tak Hadir, MUI Kecewa

116
0
BERBAGI

TAROGONG KIDUL – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut kecewa terhadap beberapa pasangan calon (paslon) yang tidak menghadiri undangan silaturahmi yang diadakan pada Jumat (6/4).

“Kami, MUI sangat kecewa dengan ketidakhadiran beberapa paslon pada acara penting ini,” ujar Ketua MUI Kabupaten Garut KH Sirodjul Munir kepada Rakyat Garut, Minggu (8/4).

Ceng Munir –sapaan akrab KH Sirodjul Munir– mengatakan acara silaturahmi itu hanya dihadiri MUI, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) dan kepolisian.

Padahal, seharusnya acara itu juga diikuti para calon bupati dan wakil bupati Garut beserta tim sukses masing-masing.

Hanya satu pasangan calon yang hadir. Yakni pasangan Iman Alirahman dan Dedi Hasan Bactiar (Ihsan) berikut tim Suksesnya.

Sedangkan pasangan Rudy-Helmi hanya tim suksesnya saja.

“Kalau paslon lain tidak ada, alasannya juga kami tidak tahu,” terang dia.

Meski begitu, kata dia, MUI masih berbaik sangka terhadap para paslon yang tidak hadir. Bisa jadi, ada halangan.

Hanya saja, ketidakhadiran itu dianggap mengindikasikan ketidakpedulian mereka terhadap rendahnya partisipasi masyarakat dalam memilih dan tidak peduli pada pentingnya menjaga kondusivitas Pilkada Garut.

Menurut dia, acara silaturahmi itu sangat penting untuk memperlihatkan kebersamaan, kerukunan dan saling menghormati. Terutama antar pasangan calon dan tim sukses.

Acara itu juga sebagai salah satu bentuk partisipasi dan tanggungjawab MUI dalam menjaga kondusivitas pelaksanaan Pilkada serentak 2018 di Kabupaten Garut.

Dengan harapan, pelaksanaannya berjalan kondusif dan hasilnya sukses.

“MUI sebagai lembaga netral, hanya ingin menjembatani dan ikut membantu terselenggaranya Pemilu yang jujur, bersih dan adil di Kabupaten Garut ini. Kami tidak ada maksud lain,” ujarnya.

Ceng Munir berharap semua pasangan calon dan tim sukses menaati peraturan perundang-undangan.

Juga menaati apa yang sudah disepakati, demi menciptakan situasi kondusif pada penyelenggaraan Pilkada Garut.

“MUI mengutuk keras terhadap pelanggaran dengan menggunakan isu SARA dan hoax untuk menjatuhkan pasangan calon lain. Kami juga menyatakan haram hukumnya menggunakan politik uang (money politic) bagi setiap paslon dan tim suksesnya dalam meraih suara masyarakat,” pungkasnya. (yna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here