Serli Besi: Ketua Fraksi Tetap Riki

318
0
Yana Taryana / Rakyat Garut RAKOR. Pengurus DPC Partai Hanura Kabupaten Garut menggelar rapat koordinasi di Sekretariat DPC Hanura Kabupaten Garut, Jalan Cimanuk Kecamatan Tarogong Kidul Senin (9/4).

TAROGONG KIDUL – Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Garut H Serli Besi menegaskan ketua Fraksi Hanura di DPRD masih tetap Riki M Sidik. Tidak pernah terjadi pergantian, seperti yang diungkapkan Hanura kubu Lela Nurlela.

“Itu hanya keinginannya saja, tidak ada pergantian. Ketua Fraksi Hanura masih tetap Riki M Sidik, tidak diganti. Saya sudah cek ke sekwan (sekretariat dewan),” ujar H Serli Besi saat ditemui di kantor DPC Hanura Garut, Jalan Cimanuk Kecamatan Tarogong Kidul Senin (9/4).

Soal pembacaan nota pimpinan dalam rangka pergantian pengurus Fraksi Hanura, Serli menyebut hal itu hanya pembacaan saja. Tidak ditindaklanjuti oleh unsur pimpinan DPRD.

“Itu hanya dibacakan saja, belum jadi keputusan. Sampai saat ini unsur pimpinan juga tidak membahas pergantian pengurus fraksi ini,” katanya.

Menurut dia, pengajuan pergantian ketua Fraksi Hanura di DPRD Garut sama dengan yang terjadi di DPR RI. Pengajuan pergantian di DPR RI ditolak oleh unsur pimpinan, setelah adanya putusan PTUN.

“Kalau pergantian dilakukan, sangat menyalahi aturan dan patut untuk digugat,” terangnya.

Sampai saat ini, kata dia, pergantian pengurus fraksi tidak terjadi karena unsur pimpinan di DPRD sudah mengetahui putusan PTUN tentang kepengurusan Hanura yang sah.

Serli menegaskan perubahan ketua Fraksi Hanura di DPRD Garut harus mendapat rekomendasi dari DPD Hanura Jawa Barat yang saat ini dipimpin oleh Aceng Fikri. Tetapi pengajuannya harus dilakukan oleh pimpinan DPC Hanura Garut yang resmi.

“Dalam keputusan PTUN sudah jelas dikembalikan kepada kepengurusan awal yaitu saya. Sampai saat ini, kami tidak mengajukan harus ada pergantian pengurus fraksi,” tegasnya.

Serli menuturkan dirinya tidak ngotot ingin menjadi ketua DPC Hanura Garut. Dia hanya menjalankan amanat putusan PTUN, yang mengembalikan kepada kepengurusan awal.

“Kalau tidak dijalankan, malah saya kena sanksi,” tuturnya.

Dia berharap semua kader Hanura di Garut berjuang membesarkan partai dan mematuhi keputusan PTUN.

“Keputusan ini akhir, karena dari kubu sebelah juga tidak ada banding ke MA. Jadi ini sudah final,” pungkasnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.