Warga di 2 Kampung tak Tenang Tinggal di Bantaran Sungai Ciloseh

224
0

KOTA TASIK – Puluhan warga di dua kampung mengaku tak tenang tinggal di Bantaran Sungai Ciloseh. Yakni, warga Kampung Burujul I dan Buninagara I Kelurahan Nagarasari Kecamatan Cipedes.

Mereka tinggal di bantaran Sungai Ciloseh dan sempat dua kali terendam banjir akibat luapan air Sungai Ciloseh, Selasa (17/4/2018) malam lalu.

Meski demikian, dengan alasan keterbatasan ekonomi mereka terpaksa tetap tinggal di kawasan tersebut dan pasrah jika terjadi bencana serupa.

Salah seorang warga Kampung Buninagara I, Sri Wijayanti (39) mengatakan, banjir bandang juga pernah terjadi lima tahun yang lalu.

“Lima tahun lalu pernah terjadi banjir, sama di bulan April ba’da maghrib. Tapi sekarang ini lebih parah. Kami tidak bisa berbuat apa-apa kalau ada banjir karena cuma punya rumah ini,” ujar Enung kepada radartasikmalaya.com.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Enung (50), warga Kampung Buninagara I yang juga terkena dampak banjir luapan sungai Ciloseh.

Ia mengaku selalu merasa was-was setiap hujan deras datang. “Tempat tinggal kami cuma di sini, jadi ngga ada pilihan. Tapi kalau nanti disediakan rumah subsidi oleh pemerintah ya kami siap karena kami ingin tinggal di tempat yang aman, kalo begini terus mah capek,” keluh Enung.

Sementara itu, kepala BPBD Kota Tasikmalaya Yudi Kusnadi mengatakan, banyak pemukiman warga Kampung Buninagara I dan Kampung Burujul I Kelurahan Nagarasari yang tidak sesuai aturan.

“Sebetulnya kalau menurut aturan, bangunan atau pemukiman warga di bantaran sungai tidak dibenarkan, karena sangat beresiko,” ungkapnya saat ditemui pada kegiatan bakti sosial dan peninjauan korban banjir Ciloseh, Rabu (18/4). (sal)

 

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.