Bandara Internasional Siap beroperasi, Hotel di Majalengka Masih Terbatas

272
0
Presiden Jokowi saat meninjau proyek pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), Kertajati Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Selasa (17/4). (Foto: BPMI)
Loading...

MAJALENGKA – Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati Siap Beroperasi, dalam waktu dekat. Hanya saja, kondisi hotel di  Kabupaten Majalengka, masih belum maksimal.

Apalagi pada musim haji tahun ini pemerintah memberangkatkan para calon jamaah haji (calhaj) Majalengka dan Sumedang dari Bandara Kertajati.

Sejauh ini, sudah ada dua hotel yang disurvei dan akan dijadikan embarkasi dadakan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Majalengka Gatot Sulaeman menyebutkan, ketersediaan jumlah kamar hotel dan penginapan di Kabupaten Majalengka saat ini masih berada di kisaran 200-an kamar.

Dia mengakui pertumbuhan hotel di Majalengka belum signifikan. Namun, untuk kebutuhan embarkasi dadakan musim haji tahun ini, jumlah itu sudah lebih dari cukup.

Loading...

“Dalam kurun waktu dua tahun terakhir usaha hotel dan penginapan tumbuh, walau penambahannya tidak terlalu signifikan. Tahun 2017 ada tiga hotel baru. Alhamdulillah jadi ketika kemarin dicek oleh menhub ada beberapa yang siap secara kualitas maupun kuantitas kamar,” sebutnya.

Sementara itu, para pengelola hotel langsung merespons positif rencana pemerintah membuka embarkasi calhaj di Majalengka.

Seperti disampaikan General Manager Hotel Puri Elsas, Elsa Rizki Prawisuda. Setelah tinjauan Menhub Budi Karya Sumadi, dia berharap agar bisa ditindaklanjuti dengan proses verifikasi dan seleksi.

Terutama untuk memastikan hotel layak dijadikan tempat menampung para calhaj.

“Karena belum dijelaskan rinci oleh pihak terkait, khusus dari Kemenag atau instansi lainnya mengenai syarat dan proses apa saja yang mesti disiapkan. Mudah-mudahan ada tindak lanjutnya,” harapnya.

Saat mendampingi kunjungan Presiden Jokowi ke BIJB, Selasa (17/4/2018) lalu, Menhub Budi Karya Sumadi memastikan ada 2.000-an calhaj asal Majalengka dan Sumedang yang akan diterbangkan dari Kertajati.

Untuk menunjang agenda itu, pihaknya sudah mulai mencari lokasi yang akan dijadikan embarkasi atau tempat titik berkumpul para calhaj sebelum menuju bandara dan terbang ke Tanah Suci.

Budi mengakui sudah melihat dua hotel di Majalengka yang akan dijadikan embarkasi haji.

Dua hotel itu, sambung menhub, kondisinya bagus. Artinya layak dijadikan embarkasi. Bahkan dia sudah membicarakan rencana itu dengan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

“Akses jalan masuknya ke bandara juga sedang diselesaikan. Mudah-mudahan para calon jamaah haji asal dua kabupaten itu (Majalengka dan Sumedang, red) bisa terbang dari Kertajati,” kata menhub.

Masih menurut Budi, para calhaj dari dua kabupaten itu direncanakan akan ditampung dalam lima penerbangan.

Karena itu titik embarkasi juga diupayakan agar bisa langsung dari lokasi yang dekat dengan tempat penerbangan.

Pada waktu kunjungan sebelumnya, Menhub Budi Karya Sumadi memang sempat menyinggung penerbangan haji melalui Bandara Kertajati.

Ketika itu dia mengatakan ada pembatasan. Yakni sementara hanya untuk para calon jamaah haji (calhaj) asal Kabupaten Majalengka dan Sumedang.

Budi menyebutkan, rencana awal memang seluruh penerbangan jamaah haji dari Jawa Barat bakal diterbangkan dari BIJB. Ternyata jadwal yang sudah tersusun untuk penerbangan jamaah haji Jawa Barat semua melalui Cengkareng.

Pihaknya kemudian mengusulkan untuk memindahkan penerbangan jamaah haji asal Majalengka dan Sumedang bisa langsung melalui BIJB Kertajati.

“Saya sudah minta agar minimal untuk dua kabupaten, yakni Majalengka dan Sumedang lewat BIJB,” kata Budi pada kesempatan kunjungan ke BIJB, Rabu lalu (4/4).

 

Menurutnya, hal ini diupayakan kemenhub sebagai penghargaan dan apresiasi pihaknya terhadap masyarakat Majalengka, khususnya yang telah mendedikasikan ratusan hektare lahan mereka untuk dibebaskan dan dibangunkan salah satu proyek strategis nasional ini.

Bandara Kertajati termasuk dalam deretan bandara terbesar setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Bandara ini ditargetkan akan dapat menampung kurang lebih 5,6 juta penumpang per tahun.

Bandara Kertajati memiliki landas pacu atau runway berukuran 2.500 × 60 meter dan akan diperpanjang menjadi 3.000 × 60 meter.

Dengan runway ini bandara ini dapat didarati pesawat sejenis Boeing 777. (azs)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.