Community Based Learning (CBL)   

Suatu Model Praksis dalam Mendidik Masyarakat dan Memasyarakatkan Pendidikan

315

Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana dalam memperbaiki martabat manusia dalam rangka memanusiakan manusia (humanisasi).

Pendidikan memiliki andil besar dalam mengupayakan adannya perbaikan dan peningkatan kualitas hidup manusia di masa depan.

Salah satu model praksis pembelajaran yaitu melalui komunitas berbasis pembelajaran atau Community Based Learning (CBL).

Pada kesempatan ini penulis memiliki fokus dengan dua hal yakni, komunitas berbasis pembelajaran dengan mengoptimalkan analisis kebutuhan (need assessment) dan optimalisasi konsep tri pusat pendidikan yang dikenalkan oleh Ki Hajar Dewantara yang meliputi  pendidikan :

  1. di lingkungan keluarga,
  2. pendidikan di lingkungan sekolah, dan
  3. pendidikan di lingkungan masyarakat.
Didik Kurniawan, M.Pd

Pertama, komunitas berbasis pembelajaran/ Community Based Learning (CBL) memiliki peran strategis-praktis dalam mewujudkan masyarakat yang gemar belajar dan membaca.

Komunitas berbasis pembelajaran mengidentifikasi kebutuhan belajar masyarakat dengan penilaian kebutuhan (need assessment) yang tepat dan menstimulasi keberadaan aktivitas tersebut.

Komunitas berbasis pembelajaran akan memiliki dampak yang luas apabila keberadaannnya dapat memfasilitasi peserta didik atau warga belajar baik masyarakat perkotaan (urban community) maupun masyarakat pedesaan (rural community).

Analisis kebutuhan sebagai upaya stimulasi sekaligus refleksi yang dapat digunakan oleh komunitas berbasis pembelajaran kepada masyarakat sebagai sasaran dan subyek aktivitas pembelajaran.

Kedua, komunitas berbasis pembelajaran atau Community Based Learning (CBL) memerlukan relasi dan kemitraan strategis yang saling melengkapi satu aspek dengan yang lainnya agar menciptakan sebuah model praksis dalam upaya mendidik masyarakat dan memasyarakatkan pendidikan.

Dalam upaya mendidik masyarakat dan memasyarakatkan pendidikan, memerlukan kemitraan strategis mewadahi kebutuhan dan semangat masyarakat akan pentingnya pendidikan.

Menurut Ki Hajar Dewantara dikenal dengan istilah tri pusat pendidikan.

Tri pusat pendidikan ini meliputi pendidikan di lingkungan keluarga, pendidikan di lingkungan sekolah dan pendidikan di lingkungan masyarakat.

Ketiga pusat pendidikan ini erat kaitannya dalam mewujudkan masyarakat yang gemar belajar dan membaca.

Diharapkan masyarakat mengoptimalkan peran ketiga pusat pendidikan ini. Sehingga, masyarakat memahami situasi dan kebutuhan pendidikannya sebagai upaya menghadapi masalah (problem-posing education) dan pendidikan untuk menciptakan kesadaran (awareness).

Community Based Learning (CBL) merupakan suatu  model praksis dalam mendidik masyarakat dan memasyarakatkan pendidikan.

Model pendekatan praksis merupakan pendekatan yang menekankan kepada refleksi dan aksi. Analisis kebutuhan (need assessment) menjadikannya sebagai refleksi dalam memberikan renungan perlunya komunitas berbasis pembelajaran yang mengidentifikasi kebutuhan belajar masyararakat yang sedang menjadi trendsetter dan kontekstual.

Sehingga pendidikan dapat menciptakan masyarakat pembelajar dengan baik.

Kemudian, optimalisasi tri pusat pendidikan perlu dijadikan implementasi sebagai aksi nyata sinergitas dan berperan secara optimal baik pendidikan di lingkungan keluarga, pendidikan di lingkungan sekolah maupun pendidikan di lingkungan masyarakat.

Pada akhirnya, penulis berharap agar komunitas berbasis pembelajaran/ Community Based Learning (CBL) dapat dijadikan model praksis dalam mendidik masyarakat dan memasyarakatkan pendidikan. Semoga.

Oleh :
Didik Kurniawan, M.Pd
Dosen FKIP UNSIL Tasikmalaya

email: [email protected]

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.