Kasus Dugaan Korupsi Lahan di Lingkut Kota Tasik Masuk Tahap Penyidikan

Para Pemilik Lahan Terus Cari Keberadaan Dana Pembebasan

295
0
Loading...

KOTA TASIK – Para pemilik lahan di Jalur Lingkar Utara (Lingkut) Kota Tasikmalaya terus mencari kepastian terkait keberadaan dana pembebasan enam bidang lahan dari lima pemilik.

Kamis (26/4), mereka mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tasikmalaya untuk mempertanyakan soal penitipan uang pembebasan lahan kepada Pengadilan Negeri (PN) Tasikmalaya Klas 1A.

Dari keterangan yang diperoleh, pihak kejari saat ini tengah melaksanakan penyidikan terkait dana sekitar Rp 3,1 miliar itu.

Pasalnya, keberadaan dana yang tersimpan di rekening PN saat ini tidak utuh.

“Kita diterima jaksa yang kebetulan salah seorang anggota dalam tim penanganan kasus ini. Alhamdulillah mereka ber­komit­men untuk mengusut tuntas meskipun nantinya uang dikembalikan. Lantaran, adanya indikasi perbuatan melawan hukum,” ujar perwakilan warga H Yudi Misbahul Munir usai menemui pihak kejari kemarin.

Loading...

Menurut Yudi, kejari sudah melakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak yang terkait dalam kasus tersebut. Salah satunya mantan pejabat PN yang saat ini diketahui sudah pensiun selaku pemilik rekening yang menerima transfer dana ganti lahan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya.

“Kita pun berharap uang itu bisa dikembalikan. Tetapi proses hukum terus berlanjut supaya terjadi efek jera. Sebab, ini sudah menjadi kerugian negara dan masyarakat,” terangnya.

Yudi menambahkan, di luar dana ganti lahan itu masih terdapat kejanggalan yang menimpa masjid yang nazirnya atas nama orang tua Yudi.

Di mana uang ganti senilai Rp 278 juta belum diterima warga atas penggantian bangunan tempat ibadah itu.

“Saya pun kena fitnah oleh warga lain. Sebab, dana ganti atas masjid itu harusnya diterima ke rekening keluarga kami. Padahal, sejak 2015 seharusnya sudah dibayar tetapi tidak ada. Sudah tanya ke BPN, Kemenag maupun tim pembebasan malah terkesan dipingpong,” papar mantan anggota DPRD itu.

Sementara itu, Jaksa Kejari Kota Tasikmalaya Ahmad Sidik yang menerima kedatangan warga dari Jalur Lingtar menjelaskan saat ini kasus itu tengah diproses dan memasuki tahap penyidikan.

“Terkait jalur lingkar ini ditangani langsung Kasi Pidsus dan sekarang sedang berada di luar kota,” paparnya.

Saat ini, kata dia, pihaknya belum bisa membeberkan secara detail. Hanya saja keinginan warga supaya kasus tersebut diusut tuntas akan disampaikan ke Kasi Pidsus sebagai pemegang kasus itu.

“Itu belum bisa kita jelaskan materi penyidikannya seperti apa saja. Yang jelas beberapa pihak sudah dipanggil untuk dimintai keterangan. Ini masih bersifat rahasia,” tegasnya. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.