69 KPM Mundur dari Peserta PKH

85

PANGANDARAN – Dari tahun 2018 hingga awal tahun 2019, tercatat 69 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mengundurkan diri dari kepesertaan Program Keluarga Harapan (PKH) secara mandiri. Sementara 620 orang mundur karena komponen penerima PKH habis.

Koordinator PKH Kabupaten Pangandaran Ajat Sudrajat mengatakan jumlah peserta PKH yang mengundurkan diri secara mandiri pada tahun 2018 sebanyak 31 KPM, sementara di tahun 2019 38 KPM.

”Mereka mengundurkan diri karena sudah mampu secara ekonomi,” terangnya kepada Radar, Rabu (13/2).

Sementara itu, pada akhir 2018 sebanyak 620 KPM yang mundur secara otomatis, karena komponennya sudah habis.

”Yang dimaksud komponen itu seperti meninggal dunia dan anak KPM sudah selesai sekolah,” tuturnya.

Jadi saat ini, kata dia, total ada 17.360 KPM yang masih menerima bantuan PKH. ”Tahun 2018, jumlah penerima PKH kita masih mencapai 18.049,” terangnya.

Untuk tahun 2018, pihaknya menargetkan 93 PKM bisa mundur secara mandiri, artinya mereka sudah mampu secara ekonomi.

”Artinya target tersebut tercapai, maka program PKH berhasil mengentaskan kemiskinan,” katanya.

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Dani Hamdani mengatakan penerima program PKH itu mengacu kepada data BPS tahun 2015.

”Makanya sekarang-sekarang ini pendamping akan memberikan pemahaman kepada KPM yang sudah mampu, kalau mengerti pasti akan mundur secara sendiri,” terangnya.

Lanjut dia, Pemkab Pangandaran memiliki target penurunan angka kemiskinan hingga 0.25 persen tiap tahunya. ”Kalau sekarang kita baru sampai nol koma nol sekian,” tegasnya. (den)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.